
Dari Samarinda ada 2 jalan darat utama yang bisa dipilih menuju Tenggarong, Kota Raja. Kalau dari Balikpapan ataupun Samarinda Seberang lebih dekat kalau lewat Loa Janan Loa Kulu dengan menyelusuri tepi sungai Mahakam nan luas itu. Jalannya lumayan mulus, cuman berkelok dan agak sempit (diameter jalan sekitar 6 meter lah) plus lalu lintas yang agak rame dengan arus 2 arah. Di antara perjalanan akan sering ditemui pasar, jembatan, dan belalai perusahaan batubara yang ditopang tinggi yang ujungnya langsung ke pelabuhan ponton (kapal pengangkut batu bara) di pinggir sungai Mahakam. Setiap perusahaan punyai belalai seperti itu dan jumlah yang terlihat dan terlewati sekitar 7 buah (kalo ndak salah hitung).

Jalan ke dua lewat tembusan jalan Suryanatha ditengah kota Samarinda. Bila anda kebetulan sudah ada di tengah kota Samarinda, atau dari Bontang dan sekitarnya, lebih baik dan lebih cepat lewat jalan ini. Jalan ke Tenggarong berjalur 2 dengan sistem 1 arah, luas perjalur sekitar 6 meter dan mulus, Di ujung jalan kita akan melewati jembatan Tenggarong yang tenar, yang disebut juga "golden gate" itu, sebelum akhirnya masuk ke kota tenggarong.
Ada potensi wisata yang seharusnya membuat Tenggarong jadi kota wisata. Jembatan yang indah (apalagi kalau malam hari), pulau kumala (yang letaknya didekat jembatan dan ditengah sungai mahakam), sungai mahakam (yanglebih indah dibanding sungai mekong di vietnam) dengan perahu dan ponton yang melintas, keraton Kutai Kartanegara, museum Mulawarman, planetorium, masjid agung Sultan Sulaiman yang indah dan wisata kuliner yang hidup waktu malam di sepanjang sungai Mahakam.
Indah..ya memang indah. Cuma perlu kesadaran warga untuk menjaga kebersihan, tempat sampah yang layak dan jumlahnya cukup, dan lampu jalan yang menyala di jalan poros menuju tenggarong. Agar kota tenggarong makin cantik, menarik wisatawan dan tidak membuat jalan yang indah itu menjadi mistis dan menyeramkan bila dilewati malam hari. bravo..