11 des 2013. Jam 13.42
Di angkasa, di dalam perut air asia, cuaca
diluar terlihat cerah. Awan bagai hamparan kapas. Nampaknya cucaca cukup terik
siang ini di KL. Air asia AK 1331 melaju tenang. Saking tenangnya hingga terasa
bagai tak bergerak. Semoga mulusnya perjalanan di udara ini juga akan mulus
saat pendaratan nantinya. Aamiin. Meski awak kabin menjual menu makan siang
yang terlihat sungguh menggoda, saya tidak tergoda. Tekad sudah dibulatkan
untuk makan di food garden nanti . Nasi lemak oohh.. teh tarik…
Jam 14.15. Alhamdulillah. Air asia mendarat
mulus semulus siti nurhaliza di LCCT. Tidak ada pengisian kartu imigrasi. Tapi
antrian cap stempel imigrasi lumayan mengular siang ini. Ada 3 lorong, 1 khusus
paspor Malaysia dan 2 buat non Malaysia. Proses cap imigrasi tidak lama, tidak
sampai 5 menit. Setelah dipanggil, ambil sidik jari 2 telunjuk, ditanya berapa
hari di Malaysia yang sy jawab 2 hari, ditanya lagi trus kemana, sy jawab lagi
ke hongkong, dan tidak ada percakapan lagi. Tok.. cap imigrasi pun nempel di
paspor. Done at 14.50.
Oya, nilai rupiah benar2 ambruk tidak
berdaya di tempat penukaran uang. 1 ringgit = 4200 rupiah, dari yang sebelumnya
sekitar 3000-an.
Tips: jangan buru-buru menukar uang. Dalam
bandara LCCT saja banyak loket penukaran uang, banyak ATM. Apalagi diluar
bandara. Berjalan saja sedikit keluar. Bedanya lumayan lah bisa untuk nambah
uang makan dan transport.
Karena sudah niat, kami memutuskan untuk
makan siang yang kesorean dulu di food garden. Food garden ini semacam
pujasera, gedung yang didalamnya terdapat berbagai depot makanan dan satu depot
minuman. Mulai dari masakan Malaysia seperti nasi lemak, masakan india hingga
masakan padang bahkan KFC pun ada. Lokasinya cukup berjalan kearah luar,
melewati musolah, dekat halte bus. Harganya lebih murah beberapa ringgit dibanding
depot makanan dalam gedung bandara seperti depot taste of asia, merry brown,
coffee bean dll.
Menuntaskan dendam semula, sy pesan nasi
lemak ikan bilis (4,5 RM) dan teh tarik panas (1,2 RM). Bandingkan bila makan
menu yang sama di depot taste of asia, nasi lemak (7,5 RM) dan teh tarik panas
(3,5 RM). Lumayan bedanya kan.
Waktu yang tidak terlalu lama di KL sebelum
berangkat ke makau besok jam 6 pagi, membuat kami hanya pengen ke KL
sentral (pusatnya moda transportasi di
KL) dan bukit bintang, tepatnya jl alor
yang sepanjang jalanannya penjaja kuliner melulu, diselingi budget hotel dan
minimart 24 jam.
Cara termurah dari LCCT ke KL sentral
adalah naik bus (sky bus punya air asia 9 RM dan aerobus 8 RM). Busnya besar
dan full AC akan membawa kita ke KL sentral dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.
Bus ini pula bisa dipakai bila hendak balik ke LCCT, namun bus terakhirnya jam
22.30. bila lewat jam itu, anda bisa naik kereta KLIA transit yang terakhirnya
jam 24.00 dengan ongkos 12 RM. Bila anda
ingin jalan-jalan di KL tanpa diberati dengan koper atas ransel yang berat,
barang2 itu bisa dititip di left baggage.
Dibandara ada left baggage hanya agak mahal sekitar 18 – 36 RM
tergantung dari volume barang yang dititip, sedangkan di KL sentral, loker
penyimpanan lebih murah bervariasi dari 5 – 20 RM tergantung besar loker yang
kita inginkan.
Sedikit surprise begitu tiba di KL sentral
sekitar jam 17.30, ketemu musisi jalanan yang menyanyikan lagu peterpan
(sekarang band noah). Kejutan berlanjut saat kami ke bukit bintang (naik
monorail dari kl sentral turun di stasiun bukit bintang) dan makan di jl alor,
warungnya pun memutar lagu-lagu band ungu dan ebiet g ade. Ck..ck..ck musisi
Indonesia rupanya Berjaya juga di negeri jiran ini.
Malam ini kami putuskan nginap di bandara
LCCT. Selain hemat juga sayang jika buang duit hanya untuk tidur paling kurang
3 jam saja. Apalagi di bandara LCCT ini fasilitasnya lengkap, termasuk ada
ruang khusus mandi. Apalagi yang dicari. Namanya juga budget traveler..
