Friday, September 3, 2010
Resto Vegetarian itu biasa, Hotel vegetarian?? Nah..
Di samarinda, kami mencoba hotel baru. Bintangnya 3. Fresh from the oven lah. Baru soft opening. Pembangunannya area parkirnya aja masih finishing. Hotelnya sangat berseni. Lobbynya ada 2, outdoor dan indoor. Ada 2 patung gendut keemasan dan guci2 raksasa terpasang, mungkin patung dewa kemakmuran atau dewa kekayaan di lobby indoor, entahlah. Uniknya, meski hanya 7 lantai tapi setiap penomoran kamarnya dimulai dengan angka 8 misalnya kamar 712, nomor kamarnya tertulis 8712. Bau khas purnish furnitur masih terasa di hidung.
Yang eksotik, hotel ini ternyata surganya vegetarian. Hampir seluruh menunya (kecuali minuman) adalah menu vegetarian. Tidak ada yang asli kecuali telur meski tertulis ada seafood sampai daging-dagingan dalam segala rupa resep olahan,namun tetap saja dibelakangnya diembeli vegetarian. Saya menyebutnya sapi, ayam dan seafood sintetik. hehehe. Saya sempat nyoba bakso dan soto ayam vegetarian. Meski tekstur, fisik dan rasanya agak mirip tetap saja lidah dan kerongkongan saya masih belum bisa beradapasi. Namun karena menunya semuanya itu, kami terpaksa beli lauk buat sahur hotel di warung padang (yang ini sudah pasti asli dan sangat karib di tenggorokan) agar bisa tetap makan dan berpuasa. Karena di hotel meskipun dagingnya sintetik, nasinya pasti asli beras original.
Di luar itu, overall hotel ini bisa jadi surganya para vegetarian. Yang biasa ada kan hanya resto, tapi kalo hotel vegetarian kami baru mendapatkan yang ini saja. Hotel yang tidak biasa dan berani beda di tengah kota samarinda.
Update info, manajernya bilang, paska lebaran nanti menu sudah ada dua macam; vegetarian dan biasa non vegetarian. Bahasa awamnya, yang daging sintetik dan daging original sudah tersedia dan bisa dipilih.
Tuesday, August 10, 2010
SINGAPORE FIRST DAY, BERKELANA SATU LANJUT
Jam 7.36. Usai mandi dan bersiap sarapan. Hari ini rencana nyobain sarapan di Burger King. Beli paket hemat burger dengan teh panas berdua habis $5. Cukup mengenyangkan. Yang sempat saya herankan adalah pelayannya kok tua-tua ya. Kakek-nenek. Ndak tega liatnya. Di negeri kita, mereka harusnya sdh dirumah negemong cucu. Hehe. Justru managernya yang masih muda. Apa negeri ini sudah kehabisan tenaga kerja muda ya? Entahlah saya juga gak nanya soal itu. Yang penting makanan cepat tersaji biar perut cepat terisi dan siap untuk memulai perjalanan.Sambil sarapan, rencana disusun. Hari ini mau ke Bugis village, Orchard, Science Center, Snow City, Marina Bay Sand, Esplanade dan Merlion.
Langkah pertama dan utama adalah memilih antara beli kartu Ez-link atau tourist pass. Karena dengan memiliki kartu ini akan sangat mempermudah perjalanan kamanapun di Singapura dengan naik MRT atau Bus. Tinggal temple dan brangkaaaattt. Maka kami mencari jawabannya di Visitor Center bandara. Dan jawabannya adalah… disitu tidak menyediakan keduanya dan disarankan untuk langsung ke stasion MRT bandara. Okelah kalo begitu.
Di Stasion MRT ternyata ada kantor tiket yang menyediakan Ez Link seharga $15 yang bisa diisi ulang dan berlaku 5
tahun.Sedangkan tourist pass berlaku harian senilai $18 per hari. Maka atas nama efisiensi dan efektivitas maka Ez Link jadi pilihan kami.Urusan kartu selesai, kami pun naik MRT menuju Tanah Merah dan selanjutnya ganti kereta menuju Bugis. Rencananya sekalian mau nanya-nanya tempat nginap di wilayah Bugis. Katanya cukup murah. Seperti di Busway jakarta, kita tidak perlu mengeluarkan biaya bila ganti MRT selama tidak keluar stasion. Mau kemana aja cukup sekali bayar asal tidak keluar stasion. Keretanya cepat. Hanya hitungan menit sdh nyampe di stasiun Bugis. Kami keluar. Mata kami melihat papan petunjuk dan kami memutuskan untuk ke Raffles Hospital. Misinya sekalian mau studi banding tidak resmi. Dengan percaya diri kami masuk RS nanya-nanya dan foto-foto. Setelah dirasa cukup, jalan kaki lanjut mengitari area melihat bugis junction dan nanya tempat nginap. Ada sih memang yang murah $40 tapi kamar mandinya diujung gang dan dipake rame-rame. Saya susah membayangkannya bila lagi kebelet sementara kamar mandinya lagi dipake orang lain. Yang kamar mandi didalam juga ada $50 Cuma lagi ada penghuninya. Kamarnya sempit2 dan dibawahnya ada restoran. Diujung jalan yang lain malah lebih parah, satu kamar dihuni sampai 8 orang yang tdk perlu saling kenal. Terlihat kumuh dan jorok. Tapi ini lebih murah sekitar $20. Untuk yang hanya sekadar tidur dan bertualang ala backpacker mungkin tidak masalah. Tapi yang bawa keluarga sangat tidak cocok. Kami juga tidak cocok dengan suasana seperti ini.
Setelah merasa cukup mengenal wilayah Bugis, kami memutuskan untuk naik MRT lagi menuju wilayah Orchard sambil berjanji kami akan balik ke Bugis lagi besoknya untuk belanja. Ini supaya waktunya luang dan beban di tas tidak terlalu berat.
Di orchard, liat Lucky Plaza, Takashimaya dan Ion Orchard. Tidak lupa studi banding tidak resmi ke Mount Elizabeth Hospital. Makan siang di warung smashed chicken alias ayam penyet Ria di Lucky plaza. Hehehe.. jauh-jauh ke Singapura, makannya tetap saja ayam penyet. Rasanya tetap enak, tidak beda dengan di tanah air. Yang beda cuma harganya. Seporsi ayam penyet diharga $6,9. Kalo dirupiahkan bakal sakit dada. Jadi nikmati sajalah..
Di Takashimaya, Misay sampai berurai air mata tak tahan lagi masuk tokonya Luis Vitton dan mantas-mantasin tas dan dompet yang ada. Sy yang ikut juga serasa mau berurai air mata melihat harganya yang bukan harga dunia nyata. Hahaha…
Ternyata misay tau persis raut wajah cemas saya. Dan sebelum pikiran berubah, kami bergegas pergi. Tujuannya ke gedung duren Esplanade dan liat Merlion. Brangkaattt..
Kebetulan ternyata malam ini ada konser di Esplanade, gratis dengar suaranya. Kalo mau masuk sih bayar. Hehehe. Ternyata gedung duren dan merlion itu tetanggaan saja. Dipisahkan oleh air dan dihubungkan oleh jembatan 100-an meter.
Badan lelah, kaki gempor namun hati puas. Jam 22 lewat dikit, kami pulang. Sambil ngemut es Krim kaki lima 1 dale (enak lo ternyata..), kami menuju stasiun MRT city hall menuju tempat nginap gratis kami. Changi Inn. Tak lupa harapan dipanjatkan,semoga masih kebagian tempat. Amin.
Sunday, August 8, 2010
SLEEPING IN CHANGI, BERKELANA DIMULAI.
Bismillah. Perjalanan dgn niat bertualang hemat ini dimulai.Gimana ndak hemat, tiket promo jakarta-singapura dipesannya sejak 4 bulanan sebelumnya.Inipun sudah disesuaikan dengan niat cuti dan nabung-nabung sekian bulan lamanya. Dan inilah dia... Pukul 20.45 meninggalkan Jakarta (bandara Soeta) menuju bandara Changi Singapura dgn Mandala RI 801. Ini penerbangan terakhir dari Jakarta menuju Singapura. Pukul 23.20 waktu Singapura, Mandala mendarat di Changi. Bandara sudah mulai sepi, namun kehidupan 24 jam mengalir disini. Aktivitas pekerja di bandara masih ada karena penerbangan dari negara lain masih terus berdatangan. Kafe-kafe pun ada yang masih buka 24 jam.
Setelah selesai urusan imigrasi, waktunya menentukan langkah. Bagi kami yang masih samar-samar dengan negeri merlion ini, tengah malam sampai dinegeri orang menjadi tantangan sendiri. Dari pada nekad ke kota dgn taksi sambil mencari tempat nginap, kami lebih memilih menghabiskan malam ini di bandara. Pertimbangannya selain belum tahu mau nginap dimana, resiko terlunta-lunta, juga ongkos taksi midnight pasti lebih mahal dari taksi pagi sampai sore karena adanya biaya begadang. MRT (kereta subway) dan bus umum hanya beroperasi sampai jam 11 malam.
Sedangkan di bandara Changi, tidak ada ongkos transportasi, dingin, toilet dekat dan bersih, tempat makan dekat, internet gratis (password wifi tinggal minta di informasi) dan yg pasti biaya nginap free. Di Changi kita bisa tidur di rest area ataupun ruang aviation gallery. Banyak yang nginap disana. Bahkan petugas bandara sekalipun ada yang nginap di situ. Jadi tidak usah takut digusur. Aman. Sekadar diketahui, Bandara Changi ini dapat Golden Pillow award sebagai bandara ternyaman ditempati bobo. Ini serius loh, bukan guyonan. hehehe,,
Besok pagi bisa memulai petualangan dgn lebih segar. Tentu setelah sarapan di resto yang banyak berada di bandara.Uhhuiii..
Friday, April 9, 2010
SOP KONRO BCA; YANG PENTING RASANYA BUNG!!

Ini masih soal makanan khas makassar yang ada di Balikpapan. SOP KONRO. Makanan ini adalah sop yang menghidangkan tulang iga sapi sebagai isi sajian. Ah kira-kira seperti itulah. Dan menurut selera lidah, salah satu yang pantas direkomendasikan karena kemantapan rasanya adalah sop konro BCA di Pasar Baru. Sebenarnya nama warungnya tidak persis seperti itu namun karena letaknya di lorong samping BCA Pasar Baru, lebih gampang rasanya menyebut begitu.
Warung ini hanya menjual 2 macam makanan yaitu Sop Konro dan Sop Saudara. Jika Sop Konro itu masakan khas Makassar, maka Sop Saudara ini masakan khas Bugis (biasanya wilayah Pangkep). Meskipun beda suku namun tetap satu dalam KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan) hehehe..
Warungnya tidak begitu besar, lebar sekitar 2 meter dengan panjang sekitar 10 meter, menjadi satu bagian pembatas sisi lorong yang menghubungkan jalan Sudirman dan Hayam Wuruk sekaligus memisahkan Bank BTN dan BCA. Meski di sepanjang lorong ini semuanya diisi dengan warung makan namun cuma satu yang berjualan sop konro dan sop saudara. Jadi jangan takut kesasar.
Cuma perlu bergegas. Waktu buka terbatas, teman. Warung buka jam 8.30 pagi dan habis gak habis warung tutup jam 2 siang. Ada lagi info tambahan, kalo niatnya makan sop konro jangan datang terlalu pagi. Sop konro baru tersedia jam 10 pagi. Kurang dari itu, anda hanya akan ditawarkan sop saudara. Entah kenapa, mungkin memang adatnya seperti itu..
Soal harga masih terjangkaulah. Seporsi sop konro ataupun sop saudara dengan sebakul nasi (ini benar-benar sebakul kecil lho..) dan free air putih dihargai 16 ribu rupiah. Warung ini selalu ramai pengunjung. Jadi sebaiknya ada bergegas jika mau ikut menikmati lezatnya sop konro maupun sop saudara BCA. Jangan gengsi liat tempatnya, seperti yang tertulis besar-besar di dinding warung, YANG PENTING RASANYA BUNG!.
Wednesday, March 10, 2010
COTO KLANDASAN; CITA RASA MAKASSAR ALA BALIKPAPAN

Di Balikpapan tidak susah menemukan warung makan cita rasa makassar. Dari coto hingga mi keriting. Namun , tentu saja yang paling populer adalah coto makassar. Soal rasa, ini soal selera dan soal lidah. Namun kalau mau yang meriah, banyak pilihan maka saya rekomendasikan Coto Klandasan. Ini bukan nama warung makan, tapi nama tempat. Disebut demikan karena lokasinya di wilayah ujung pasar klandasan. Jejeran warung makan yang hampir semuanya menjual coto makassar. Wah.. kalo banyak bingung dong milih yang mana yang paling maknyuss???
Gak juga. Semuanya enak. Namun 2 warung yang paling populer adalah warung H.Judding dan H.Kasim. Letaknya bersebelahan saja. Mau yang langsung berhadapan dengan laut juga ada.
Asyiknya, sambil makan kita akan dihibur oleh musik live show, langsung dari musisi jalanan. Lagu pun bisa diminta kalo mau.
Yang unik dan beda dengan makassar. Makan coto disini bayarnya dihitung paket sekali makan. Sebanyak berapapun ketupat yang anda makan itu tidak jadi soal. Bayarnya tetap sama dengan yang tidak makan ketupat. Untuk satu paket makan yang berupa semangkok coto, segelas minuman dan sekeranjang ketupat, anda cukup membayar 14 ribu rupiah diluar biaya parkir dan live musik alias pengamen. Ini sih tanggung jawab sendiri-sendiri.
Jadi mau coba, jangan ragu. Bukanya dari pagi sampai jam 11 malam. Coba yuk..
Tuesday, January 26, 2010
KEMALA BEACH AND RESTO (AND AMAZING SUNSET..)
Menikmati kuliner nikmat bermandikan cahaya emas mentari yang terbenam, di pinggir laut pula bukan cuman di Jimbaran
Pantai ini terletak di belakang Polda depan RS. Pertamina, jl. Jend Sudirman. Tidak berapa jauh dari Balaikota.
Di sepanjang pantai, dibangun pujasera dengan konsep bangunan kayu yang artistik. Ada puluhan kanter kuliner yang tersedia. Dari kuliner tradisional indonesia, oriental hingga eropa pun ada. Dari bubur manado, ayam betutu, kwetiau hingga steak pun ada. Mahal? gak lah. Tidak pake tipu-tipu pula. Jelas dan transparan. Harga terpampang disetiap buku menu dan yakin terjangkau.
Bila anda muslim, jangan takut ketinggalan waktu maghrib. Tenang saja. Musollah Umar Hasan, milik Polda, bisa diakses langsung dari pantai. Cukup besar dan bersih.
Di sini, menu favorit saya adalah nasgor kambing ala resto Kairo. Resto yang mengklaim dirinya sebagai Rajanya Masakan Kambing. Muanntap.. man. Nasgor ala timur tengah dengan sepotong daging kambing goreng yang masih nempel ditulangnya. Empuk dan spicy. Nyam..nyamm..(membayangkannya saja sudah bikin mulut beliuran hehehe)
Mau berenang dilaut sebelum makan, boleh..boleh saja. Bebas.
Bahkan jikapun hanya hendak duduk di pasir pantai menikmati semilir angin laut sambil melihat mentari emas yang perlahan tenggelam diufuk barat, tanpa makan minum. Bebas dan gratis. Oh..Nikmatnya hidup.
Friday, January 22, 2010
SARAPAN EKSOTIK DAN SUNRISE DI PANTAI MANGGAR

Pernah anda mencoba sarapan pagi sehabis berenang di pantai nan luas di pagi hari yang sepi. Saya pernah. 2 x malah. Rasanya wow... sangat excited. Ruarrr biasa.
Pagi, tidak terlalu pagi sebenarnya. Sekitar jam 6.15, meninggalkan rumah menuju pantai Manggar Segara Sari, salah satu obyek wisata pantai andalan Balikpapan yang berjarak sekitar 26 km dari pusat kota 0 km. Waktu tempuh sekitar 20 menit dgn kecepatan sedang.
Perjalanan ini sudah diniatkan sejak semalam. Rencananya berenang, sarapan, berenang lagi dan pulang.
Di daerah Batakan, singgah sebentar beli sarapan. Di warung dekat AURI depan SD Marthinus (?) ini sudah buka sekitar jam 6.30. Menu utamanya cuma 2 macam; nasi kuning dan nasi pecel. Lauknya 5 macam; ayam goreng, telur balado, tempe, daging kari dan ikan goreng. Ini warung tanpa nama langganan saya, jualanya hanya pagi hari, harga terjangkau dan UENAK. Recommended lah. Hari ini saya pengen sarapan nasi pecel. mantap lah. lanjuuuttt..
Sampai di Pantai Manggar, suasana masih sepi. Matahari sdh muncul namun sinarnya belum terik. Tidak ada pengunjung. Tidak ada petugas loket masuk, dan pasti bebas parkir. Yang terlihat masih nelayan yang menarik jala. Brrr... hawa dingin-dingin empuk.
Semangat tidak boleh surut. Jogging dulu, lari-lari sepanjang pantai untuk menghangatkan badan. Setelah itu byurrr... berenang di laut. Tidak berani terlalu ke tengah, cukup di pinggir. Cukuplah untuk escape bila terseret ombak. Air laut terasa hangat, segar sekali.
Inilah sensasinya...Suara deburan ombak, terpaan riak air laut disekujur tubuh, nyaman rasanya. Laut dan pantai serasa milik sendiri. 2 jam tak terasa lama. Sarapan sudah usai. perut kenyang, badan segar, batin puas. Habis berbilas di kamar mandi umum paket hemat, bayar 3000 untuk segala urusan. Waktunya pulang. Pengen ngulang di pantai lain, targetnya pantai kemala di belakang RS Bayangkara. Tunggu saja..
Friday, January 15, 2010
HOTSPOT GRATIS DI BEKAPAI PARK


Cita-cita menjadikan Balikpapan sebagai cyber city nampaknya bukan sekadar omdo. Taman Bekapai, salah tempat konkow yang asyik di tengah kota, persisnya terletak di jalan Sudirman antara PLN dengan ruko bandar. Taman ini asri dan indah dengan pohon disekeliling taman dan air mancur di tengahnya. Pemerintah pun membangun tempat duduk yang ditata artistik dalam taman. Kita bisa leluasa duduk sambil melihat lalu lalang kendaraan di jalan utama Sudirman. Gratis. Anda pun tidak perlu kuatir kelaparan disini, berbagai pedagang makanan dan minuman memenuhi area pinggir taman sisi depan PLN bila senja menjelang hingga malam dini hari. Dari gorengan, tahu tektek hingga pecel ayam berjejer teratur. Dari jus, cappucino hingga wedang pun ada disini.
Tempatnya bersih?, tentu saja. Balikpapan gitu loh. Coba aja pedagangnya amburadul, tidak peduli sampahnya bisa-bisa disuruh ke laut aje sama satpol PP. Aman? aman dah. Untuk menunjang keamanan, petugas keamanan bersiaga di pos jaga di sudut taman.
Istimewanya, di taman ini tersedia fasilitas hotspot gratis. Anda bisa berinternet ria sepanjang malam sambil menikmati makanan minuman yang ada.
Inilah proyek Balikpapan cyber city. Moga-moga tempat fasum dan tempat strategis lainnya bisa menyusul. Pelabuhan Semayang, Pantai Melawai, Bandara Sepinggan, Pantai Manggar dan lainnya hingga sudut-sudut kota Balikpapan. Semoga.
Friday, January 8, 2010
PAGI DI GLODOK, MALAM DI NITE CLUB
Setelah semalaman mencari pelbagai judul film kategori 'must to see', dari Bollywood hingga Hollywood, dari Thailand hingga Korea, dari animasi hingga real human actor/actress
Hasilnya: 53 film dvd berpindah tangan dan perut keroncongan. Di LG plaza Glodok ternyata ada food court yang nilai seporsi makanannya tidak bakal menguras kantong. Murah, bersih dan variatif. Mau sistem paket hemat ada, mau cara prasmanan juga ada. Yang bonus air kemasan plus pisang sebiji pun ada. Bahkan mau dansa dansi hingga karaoke di panggung pun ada. Lengkap kan teman. Pengalaman kuliner yang tidak biasa namun unik. Recommended buat yang lapar dan masih beredar disekitar glodok.
Perjalanan dilanjutkan.
Malamnya, diajak teman, menikmati musik menghentak di sebuah nite club di wilayah jantung kota.Suprise bagi saya. Ajakan yang tidak biasa. Biasanya diajak ke majelis taklim saja. hehehe. Begitu masuk, mata butuh waktu beberapa jenak untuk berakomodasi optimal dalam ruangan yang lampunya temaram. Sexy ladies ternyata banyak juga. Belum terlalu malam, masih sekitar pukul 22, irama lagu romantis berganti dengan musik rumah eh.. house music. Another surprise, Erotic dancer yang masih gadis muda usia masuk dan beraksi di tiang-tiang stainless. Wajahnya sih biasa. Namun pesona erotisnya, gerakan dan tubuh moleknya yang menggelayuti tiang besi. Sesekali tangan menari entah membelai apa dan diakhiri dengan gerakan pinggul menghentak. Gerakan yang saya yakini tidak bisa dilakukan oleh mereka yang punya HNP dan osteoporosis. Saya terbayang senam tiap jumat pagi di halaman kantor. Sungguh tidak mirip.
Dan ee.wow... kemben dancer melorot eh bukan melorot ding, tapi sengaja dipelorotin sendiri hingga topless blek. silau, man. Mata saya rasanya makin berakomodasi maksimal, mungkin mulai midriasis. hhhh... Adegan selanjutnya disensor saja ya. Tidak etis dan vulgar. Apalagi blog ini bukan blog erotis. Biarlah cukup saya rasakan saja.
Kesimpulannya: hidup itu ternyata tidak keras, tapi kenyal saja kawan. Jakarta Undercover itu nampaknya benar adanya.
Thursday, January 7, 2010
MENDADAK EKSEKUTIF (SAAT HAMPIR KETINGGALAN PESAWAT)
Ceritanya tiket asli kami ekonomi. Namum kami datang ke bandara check in agak telat. Hanya 10 menit sebelum pesawat berangkat. Dan ternyata kursi untuk ekonomi sdh penuh. Maka kamipun diberi kursi eksekutif. Sungguh menyenangkan.
Monday, January 4, 2010
BALIKPAPAN, KOTA YG PANTAS JADI IBUKOTA KALIMANTAN TIMUR
Balikpapan bukan ibukota propinsi Kalimantan Timur. Namun Balikpapan rasanya lebih cocok sebagai ibukota propinsi Kalimantan Timur dibanding Samarinda yang ditetakan sebagai ibukota. Tanya kenapa? Karena..eh... karena (teringat lagu Bang Haji Rhoma nih xixixi..). 
Ada beberapa alasan yang audited dan dapat dipertanggungjawabkan:
1. Hanya Balikpapan meraih Adipura Kencana diantara semua kota di Kaltim. Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi kota bersih di Indonesia.
2. Hanya Balikpapan yang PKLnya terlokalisir dan terpantau oleh pemkot. Tidak asal keleleran di sepanjang jalan dan merusak keindahan ketertiban.
3. Hanya di Balikpapan, Kodam VI Tanjungpura dan Polda Kaltim bermarkas.4. Hanya di Balikpapan, bandara udara internasional SEPINGGAN, pelabuhan laut internasional SEMAYANG dan pelabuhan peti kemas internasional KARIANGAU (yang ini masih pembangunan) berada.
5. Hanya di Balikpapan, perusahaan multinasional terbanyak membuka kantor perwakilan.
6. Hanya Balikpapan, kota yang paling kondusif dan jarang didemo di Kaltim
7. Hanya Balikpapan, yang mempunyai visi dan konsep kota MADINATUL IMAN. Yang konsepnya di dukung penuh legislatif, eksekutif dan unsur masyarakat menuju impian kota sejahtera 2023.
8. Hanya Balipapan, lokalisasi (Manggarsari dan Lembah Harapan km17) ditutup habis 2009.
9. Hanya di Balikpapan, yang angkotnya disebut TAKSI dan posisi duduk penumpangnya semua menghadap kedepan, tidak menyamping (saling berhadapan) Dan taksinya disebut TAKSI ARGO.
10. Hanya Balikpapan, yang punya klub bola terbaik di Kalimantan dan saat ini posisi 2 ISL (Indonesia Super League). HIDUP PERSIBA!!!!
11. Balikpapan lebih bebas banjir dibanding Samarinda.
12. Hanya Balikpapan ... ah masih terlalu banyak yang bisa dibanggakan di kota yang
KUBANGUN, KUJAGA DAN KUBELA ini.DATANG dan NIKMATI..