Tuesday, August 10, 2010

SINGAPORE FIRST DAY, BERKELANA SATU LANJUT

Jam 7.36. Usai mandi dan bersiap sarapan. Hari ini rencana nyobain sarapan di Burger King. Beli paket hemat burger dengan teh panas berdua habis $5. Cukup mengenyangkan. Yang sempat saya herankan adalah pelayannya kok tua-tua ya. Kakek-nenek. Ndak tega liatnya. Di negeri kita, mereka harusnya sdh dirumah negemong cucu. Hehe. Justru managernya yang masih muda. Apa negeri ini sudah kehabisan tenaga kerja muda ya? Entahlah saya juga gak nanya soal itu. Yang penting makanan cepat tersaji biar perut cepat terisi dan siap untuk memulai perjalanan.
Sambil sarapan, rencana disusun. Hari ini mau ke Bugis village, Orchard, Science Center, Snow City, Marina Bay Sand, Esplanade dan Merlion.
Langkah pertama dan utama adalah memilih antara beli kartu Ez-link atau tourist pass. Karena dengan memiliki kartu ini akan sangat mempermudah perjalanan kamanapun di Singapura dengan naik MRT atau Bus. Tinggal temple dan brangkaaaattt. Maka kami mencari jawabannya di Visitor Center bandara. Dan jawabannya adalah… disitu tidak menyediakan keduanya dan disarankan untuk langsung ke stasion MRT bandara. Okelah kalo begitu.
Di Stasion MRT ternyata ada kantor tiket yang menyediakan Ez Link seharga $15 yang bisa diisi ulang dan berlaku 5 tahun.Sedangkan tourist pass berlaku harian senilai $18 per hari. Maka atas nama efisiensi dan efektivitas maka Ez Link jadi pilihan kami.
Urusan kartu selesai, kami pun naik MRT menuju Tanah Merah dan selanjutnya ganti kereta menuju Bugis. Rencananya sekalian mau nanya-nanya tempat nginap di wilayah Bugis. Katanya cukup murah. Seperti di Busway jakarta, kita tidak perlu mengeluarkan biaya bila ganti MRT selama tidak keluar stasion. Mau kemana aja cukup sekali bayar asal tidak keluar stasion. Keretanya cepat. Hanya hitungan menit sdh nyampe di stasiun Bugis. Kami keluar. Mata kami melihat papan petunjuk dan kami memutuskan untuk ke Raffles Hospital. Misinya sekalian mau studi banding tidak resmi. Dengan percaya diri kami masuk RS nanya-nanya dan foto-foto. Setelah dirasa cukup, jalan kaki lanjut mengitari area melihat bugis junction dan nanya tempat nginap. Ada sih memang yang murah $40 tapi kamar mandinya diujung gang dan dipake rame-rame. Saya susah membayangkannya bila lagi kebelet sementara kamar mandinya lagi dipake orang lain. Yang kamar mandi didalam juga ada $50 Cuma lagi ada penghuninya. Kamarnya sempit2 dan dibawahnya ada restoran. Diujung jalan yang lain malah lebih parah, satu kamar dihuni sampai 8 orang yang tdk perlu saling kenal. Terlihat kumuh dan jorok. Tapi ini lebih murah sekitar $20. Untuk yang hanya sekadar tidur dan bertualang ala backpacker mungkin tidak masalah. Tapi yang bawa keluarga sangat tidak cocok. Kami juga tidak cocok dengan suasana seperti ini.
Setelah merasa cukup mengenal wilayah Bugis, kami memutuskan untuk naik MRT lagi menuju wilayah Orchard sambil berjanji kami akan balik ke Bugis lagi besoknya untuk belanja. Ini supaya waktunya luang dan beban di tas tidak terlalu berat.
Di orchard, liat Lucky Plaza, Takashimaya dan Ion Orchard. Tidak lupa studi banding tidak resmi ke Mount Elizabeth Hospital. Makan siang di warung smashed chicken alias ayam penyet Ria di Lucky plaza. Hehehe.. jauh-jauh ke Singapura, makannya tetap saja ayam penyet. Rasanya tetap enak, tidak beda dengan di tanah air. Yang beda cuma harganya. Seporsi ayam penyet diharga $6,9. Kalo dirupiahkan bakal sakit dada. Jadi nikmati sajalah..
Di Takashimaya, Misay sampai berurai air mata tak tahan lagi masuk tokonya Luis Vitton dan mantas-mantasin tas dan dompet yang ada. Sy yang ikut juga serasa mau berurai air mata melihat harganya yang bukan harga dunia nyata. Hahaha…
Ternyata misay tau persis raut wajah cemas saya. Dan sebelum pikiran berubah, kami bergegas pergi. Tujuannya ke gedung duren Esplanade dan liat Merlion. Brangkaattt..
Kebetulan ternyata malam ini ada konser di Esplanade, gratis dengar suaranya. Kalo mau masuk sih bayar. Hehehe. Ternyata gedung duren dan merlion itu tetanggaan saja. Dipisahkan oleh air dan dihubungkan oleh jembatan 100-an meter.
Badan lelah, kaki gempor namun hati puas. Jam 22 lewat dikit, kami pulang. Sambil ngemut es Krim kaki lima 1 dale (enak lo ternyata..), kami menuju stasiun MRT city hall menuju tempat nginap gratis kami. Changi Inn. Tak lupa harapan dipanjatkan,semoga masih kebagian tempat. Amin.

1 comment:

  1. What are the best casino sites in Asia for 2021?
    The largest, and fastest-growing, casino site 룰렛 전략 in Asia. They have over 20 years experience 포커 족보 in offering the 네이버 룰렛 best games 바카라 사이트 벳무브 in online gaming  Rating: 3.5 · ‎Review by 바카라 사이트 Casino Sites · ‎Price range:£

    ReplyDelete