Cuti seminggu, maka perjalanan menembus 3 negara ASEAN pun dicoba. Rencana sudah disusun sejak 6 bln sebelumnya meski itu berubah dan berubah tergantung kondisi. Rencana bahkan nyaris berantakan ketika Mandala Air tiba-tiba bubar, padahal tiket sdh ditangan. Untungnya, Air asia buka rute baru Balikpapan langsung ke Kuala Lumpur. Alhamdulillah.
Maka mulailah berburu tiket murah. Dan inilah cerita perjalanan yang mencoba menyampaikan bahwa melihat negara tetangga itu tidak harus mahal.
Meninggalkan Bandara Sepinggan Balikpapan pukul 2.30 siang, (air asia delay 1 jam dari rencana semula) menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Katanya perjalanan akan ditempuh sekitar 3 jam. Mendarat di LCCT (Low Cost Carrier Terminal), terminalnya air asia pada sekitar jam 5.30 petang. Namanya LCCT, maka turun dari pesawat menuju imigresen tidak lewat garbarata, tapi lewat tangga dan berjalan kaki ke terminal. Lumayan sehat berjalan sekitar 200 meter dari pesawat ke tempat imigrasi dalam terminal.
Di imigresen tidak banyak yang ditanya, paling ditanya berapa hari di Malaysia. Bahkan barang bawaan pun tidak diperiksa. Prosesnya sebentar saja, tidak sampai 10 menit beres. Entah ini hari keberuntungan atau memang sudah begitu adanya. Bandara LCCT termasuk bandara yang ramai, meski begitu tetap bersih dan petugasnya pun ramah2. padahal sy sempat berprasangka dengan orang2 Malaysia, mengingat perselisihan dan panasnya perdebatan di dunia maya.
Menyempatkan membeli kartu GSM Tune Talk seharga 5 RM untuk ngobrol murah ke Indonesia, semenit ngobrol hanya dikenakan biaya 16 sen. Murah kan. Ya namanya juga mau hemat, daripada kena roaming internasional.
Di LCCT banyak sekali tempat makan, toilet (tandas) dan Mushollah (Surau) yang gampang ditemui. Karena perut lapar, maka kami mencoba makan di sebuah resto namanya Taste of Asia. Sy pesannya nasi lemak, misay pesan nasi ayam. Ternyata tidak jauh dari perhentian bus, sekitar 50 meter dari bandara ada food court atau dalam bahasa melayunya Medan Selera, yang harganya lebih miring dari resto yang ada di bandara LCCT ini. Usai makan dan sholat, maen internet sebentar (disini wifi ada dan bebas pakai tanpa perlu password), jam sudah menunjukkan pukul 8.30 malam waktu bandara.
Kami bergegas menuju perhentian bus dan menanti Skybus, bus yang merupakan grup air asia, untuk menuju KL sentral. Disini selain skybus, juga ada beberapa armada bus lain yang menuju KL sentral. Cuma memang soal kenyamanan, skybus masih lebih unggul. Kita bisa langsung beli tiket busnya di tempat perhentian ini atau bisa didalam bandara. Khusus skybus bisa juga dibeli online saat pembelian tiket pesawat. Harga tiketnya sekitar 9 RM dengan waktu tempuh sekitar 1 jam ke KL sentral.
KL ini merupakan pusat terminal kereta yang ada di Kuala Lumpur. Dan kami ke KL sentral hanya untuk melihat situasi sekaligus mencoba mencari hotel yang sudah kami booking lewat internet, yang infonya berada disekitar KL sentral. Rencananya malam ini juga kami balik lagi ke LCCT karena besok pagi-pagi mau masuk ke singapore dengan tiger airways. Ini pilihan aman bagi kami yang belum mengenal malaysia. Apalagi kami dapat tiket promo berdua hanya sekitar 350 ribu rupiah. Cukup murah, meski lebih mahal dibanding naik bus.
Tidurnya gimana?. Hotel terdekat adalah Tune Hotel, hotel milik Air Asia. Meski terbilang paling dekat dengan bandara, tapi kalau jalan kaki lumayan melelahkan juga. Jaraknya paling tidak 500 meter dari bandara. Yang paling aman adalah nginap di bandara.
Di LCCT banyak orang yang tidur karena menunggu pesawat pagi. Aman, dingin dan resto buka 24 jam. Cuma kadang berisik karena aktivitas cleaning servis. Kalo punya sleeping bag tidur bisa lebih nyaman lagi. Ini bisa menghemat biaya hotel beberapa ratus RM. Lumayan..
No comments:
Post a Comment