Saturday, March 19, 2011

Day3. VIETNAM; CAAM UHRN

28/2/11. 18.00 meninggalkan Malaysia dan LCCT dengan air asia. Beberapa saat sebelum berangkat sempat berkenalan dengan wanita Vietnam yang bersuamikan seorang Malaysia. Bahasa inggerisnya sedikit2 terasa nyangkut ditenggorokan, bahasa melayunya pun lebih sedikit lagi nangkring di ujung lidah. Sungguh sulit dimengerti. Ini menguatkan anggapan dan pendapat segala penulis yang saya baca di internet bahwa di vietnam bahasa verbal adalah kendala. Penduduk vietnam umumnya hanya paham dengan 3 bahasa; bahasa vietnam, bahasa tubuh dan bahasa kalkulator. Tapi bismillah, ayo kita jalani saja dulu. Pokoknya sampai dululah. Nanti terserah, kita serahkan pada kondisi sajalah.

Perjalanan udara ditempuh kurang lebih 1.50 menit. Beda waktu KL dgn Vietnam itu satu jam lebih lambat. Kalau di Vetnam samalah dengan WIB kira-kira. Disamping tempat duduk kami ada ABG kaya berkebangsaan Vietnam. Kok tau kaya, ya iyalah kira2. Habis waktu beli makan dan minum dipesawat dompetnya dibuka lebar2 sampai keliatan lembaran duitnya. Cuma sayangnya taunya cuman bahasa Vietnam. Akibatnya saat pengen makan, maksud hati maunya makan nasi ayam, eh yang dihidangkan malah nasi lemak. Ampuuun dah pakcik. Inilah pentingnya berbahasa Internasional.

Ada yang menarik waktu mau masuk wilayah Vietnam ini. Saat mau mendarat di Tan Son Nhat airport di Ho Chi minh, kami tidak diminta mengisi kartu kedatangan. Tapi langsung saja masuk via imigrasi. Petugasnya dingin, tapi cukup kaget ketiga saya mengucapkan Caam Uhrn usai urusan imigrasi beres. Kaam urhn (divokalkan Kam ern) kira-kira kalau diterjemahkan artinya Terima Kasih. Mungkin petugasnya terkesima ada juga turis kesasar bisa bilang terima kasih dalam bahasa vietnam. Hehehe.

Bandaran termasuk besar dan bersih, meski lebih kecil dari Soekarno Hatta Cengkareng. Petunjuk kota Ho Chi Minh dan tempat wisata ada disediakan lewat komputer layar sentuh. Ini melambangkan bahwa negara komunis ini juga peduli teknologi informatika. Cuma hati2 dikadalin taksi dan calo. Sebaiknya ambil taksi resmi dari kios taksi yang ada di bandara. Yang bisa dipercaya adalah taksi vinasun dan Maylink. Kendaraan taksi tidak melulu sedan, bisa juga kijang innova. Dari bandara sampai ke wilayah turis di Bui Vien st ataupun Pham Ngu lao, distrik 1 itu dipatok 7USD. Itu harga nett tanpa perlu biaya tambahan lagi.

TIPS. Disarankan sih, alamat yang hendak dituju DITULISKAN dgn jelas dan diberikan ke petugas kanter taksi. Jangan diucapkan karena kedengarannya bisa kacau balau dan jauh dari benar. Artinya peluang nyasarnya besar. Kalau belum punya Hotel atau tempat nginap lainnya, datang saja langsung ke dua alamat tadi, Di wilayah turis tersebut, aneka hotel bertebaran. Harganya bervariasi dan sangat terjangkau.

Cuma kalau makanan, bagi yang muslim harus jeli. Karena warung halal itu jumlahnya sangat terbatas. Di jalan Bui Vien saja, ketemu Cuma 1 café dengan label halal. Café kebab dengan masakan turki. Yang laennya tidak dijamin halal. Bahkan pizza hut di area situpun tidak halal.

Hati2lah dengan kendaraan terutama motor. Inilah Negara dengan sejuta motor merajai jalanan. Bahkan di HCMC inilah mobil dengan penggunaan klakson tersering didunia menurut saya. Mana setirnya dikiri lagi.

Malam ini kami mencoba roti Vietnam yang dijajakan K-5. Bentuknya mirip cakwe harganya 2000 Dong alias seribu rupiah.

Besok rencana menyusuri sungai Mekong. Ambil tour di hotel dengan membayar 17USD per orang. Maka mobil akan menjemput di hotel pagi harinya. Usai berkeliling jalanan, sosialisasi dan aklimatisasi, termasuk menemukan 1 kafe halal punya orang turki dekat hotel, 2 minimart 24 jam dan 1 pizza hut non halal, sisanya boleh dilihat, jangan dicoba bagi yang merasa muslim.

Badan yang lelah, betis yang pegal, baju yang sudah lengket dgn keringat maka kami pun pulang ke hotel dikawasan bui vien distrik 1, sebelahan dengan jalan Pham ngu lao. Dua jalan ini kawasan padat turis. Mandi air panas sepuasnya, nyalaain ac sedingin yang bisa ditahan, lantas menggeletak seenaknya diatas spring bed. Alhamdulillah.

Nantikan tulisan berikutnya… (mencari makanan halal dan masjid di HCMC)

No comments:

Post a Comment