Thursday, June 9, 2011

SPENDING NIGHT AT SOEKARNO HATTA

Setelah beberapa kali sengaja nginap di bandara negara lain seperti Changi (Singapura) dan LCCT (Malaysia) dan ternyata aman dan cukup menyenangkan, maka kami punya percaya diri untuk menjajal bandara negara sendiri, Soekarno Hatta. Adu nyali dimulai...

Tiba tengah malam di Soetta, jam menunjukkan jam 23.45. Suasana bandara sepi-sepi menyeramkan. Keluar dari ruang kedatangan, kami sudah disambut oleh belasan sopir taksi. Entah yang terang maupun yang gelap. Yang ramah hingga yang mendesak.

Hindari Calo dan Preman!
Bandara Jakarta saya rasa lebih menyeramkan dibanding bandara Tan Son Nhat, Ho Chi Minh, Vietnam. Calo2 dan Preman yang beredar banyak di bandara. Bagaimana menghindarinya?? Jangan pedulikan alias jangan terima tawaran dari mulut manisnya, jangan bingung, jangan emosi. Tenang saja dan tolak dengan sopan. Mereka tidak akan mengganggu bila tidak ditanggapi.

Naiklah ke lantai 2, masuklah ke Transit Hotel (atau lantai tempat transit). Disana banyak yang nginap juga. Carilah tempat yang anda sukai. Toilet dan Ruang Sholat juga ada. Mesin minuman juga ada 24 jam jika anda haus. Kalau anda kelaparan, tunggulah besok saja. Ada sih yang buka 24 jam, Cuma adanya dilantai 1, lantai yang rawan. Sebaiknya tunggu besok pagi atau hari mulai terang.

Amankah?
Jangan kuatir. Di lantai 2 transit itu aman dan dingin. Cuman kadang2 berisik akibat lalu lalangnya orang yang menunggu pemberangkatan paling awal. Anda bebas mencari tempat untuk tidur. Cuman jangan berharap ada kasur empuk disana. Alas tidur diempuk-empukin sendiri. Alasnya terserah. Mau jaket sendiri, kantung tidur atau mau langsung beralas lantai yang dingin. Kalau mau lebih empuk beralaskan karpet, masuklah ke mushollah. Silakan ijin sama penjaga musholah, kalau nasib baik, akan diijikan. Untuk keamanan, cukup terjamin. Kalau mau extra aman, ambil trolley dan lintangkan di area tidur kita sebagai batas teritori.

Kalau mandi menjadi masalah prioritas, itu pun tidak masalah. Toilet ada 24 jam dan dibanyak tempat. Asal anda tidak mencari bathtub, karena hal itu hil yang mustahal.

Mau coba, ayo… Hemat dan jangan gengsi..

Tuesday, June 7, 2011

MESJID DAN MAKANAN HALAL DI SAIGON

Di Negara yang muslimnya minoritas akan sangat menggembirakan kalau ketemu mesjid dan sesama muslim. Inilah antusiasme yang diburu di kota Saigon alias Ho Chi Minh, kota terbesar di Negara komunis Vietnam dimana alcohol dan hidangan yang mengandung babi sangat mudah dijumpai. Bukan cuma di resto besar tapi juga di gerobak kaki lima. Harganya bahkan lebih murah dibanding seporsi hidangan ayam.

Dan kami melangkah. Setelah semalam melakukan survey dan makan di resto Halal@Saigon, resto punyanya Dr. Shimi, warga Malaysia keturunan India yang berbisnis di Vietnam. Siang ini setelah mengunjungi museum perang (War Remnant Museum) yang mengerikan menurut saya, gimana ndak, foto korban perang dan bekas peralatan perang dipajang disana, dan berfoto di depan gedung unik kantor pos terbesar di Saigon dan depan Ketedral kami naik taksi ke daerah Dong Du. Jalan di mana resto halal@saigon berada. Tarif argonya hanya sekitar 15000 Dong, Jauh dibawah tarif becak semalam. Kami semalam melihat resto D’Nyonya dan sebuah masjid disana. Ini indikasi bahwa di area ini pasti ada komunitas muslim.

Di Vietnam, tidak sah rasanya jika tidak menikmati Po (mie rebus khas vietnam) dan kopi vietnam. Sayangnya kami ragu kalo makan Po di resto maupun warung kebanyakan walau itu Po daging sapi. Untungnya di resto D’Nyonya menyediakan menu tersebut yang dijamin kehalalannya. Harganya diresto halal ini memang lebih tinggi dibanding resto lainnya. Tapi tetaplah lebih murah dibanding harga ketentraman hati.

Usai makan kami putuskan sekalian sholat di masjid. Eh.. tak disangka tak dinyana, selain disambut ramah oleh seorang ibu yang berjilbab dan tinggal disekitar mesjid juga kami ditunjukkan warung pak imam yang terletak persis di belakang mesjid. Harganya bahkan lebih murah dibanding resto di depan mesjid. Saat makan siang, ternyata banyak pekerja kantoran dan berdasi juga makan di warung pak imam ini. Pak imam itu juga ternyata keturunan India. Muslim yang berkewarganegaraan Vietnam. Alhamdulillah.
Mumpung ketemu warung, meski sudah makan kami tetap pesan untuk dibungkus buat bekal makan di bandara petang ini. Rencana petang atau malam ini kami akan meninggalkan vietnam dan kembali ke Jakarta, Indonesia tercinta.

Dari jadwal air asia berangkat jam 8 malam, ditunda sejam. Penerbangan yang ditempuh hampir 3 jam. Akhirnya tiba juga di Soekarno Hatta sekitar jam 12 malam. Hayooo mau kemana?. Mau ke Jakarta kota dgn taksi lantas ambil hotel ah sayang duitnya. Besok siang sudah berangkat lagi ke balikpapan. Judulnya saja budget traveller, kok mau buang duit naik taksi dan nginap di hotel hanya beberapa jam. Akhirnya diputuskan nginap di bandara saja sambil menunggu pagi. Tapi dimana dan apakah aman di bandara negara kita ini???

Tulisan berikutnya kita sambung ya...