Di Negara yang muslimnya minoritas akan sangat menggembirakan kalau ketemu mesjid dan sesama muslim. Inilah antusiasme yang diburu di kota Saigon alias Ho Chi Minh, kota terbesar di Negara komunis Vietnam dimana alcohol dan hidangan yang mengandung babi sangat mudah dijumpai. Bukan cuma di resto besar tapi juga di gerobak kaki lima. Harganya bahkan lebih murah dibanding seporsi hidangan ayam.
Dan kami melangkah. Setelah semalam melakukan survey dan makan di resto Halal@Saigon, resto punyanya Dr. Shimi, warga Malaysia keturunan India yang berbisnis di Vietnam. Siang ini setelah mengunjungi museum perang (War Remnant Museum) yang mengerikan menurut saya, gimana ndak, foto korban perang dan bekas peralatan perang dipajang disana, dan berfoto di depan gedung unik kantor pos terbesar di Saigon dan depan Ketedral kami naik taksi ke daerah Dong Du. Jalan di mana resto halal@saigon berada. Tarif argonya hanya sekitar 15000 Dong, Jauh dibawah tarif becak semalam. Kami semalam melihat resto D’Nyonya dan sebuah masjid disana. Ini indikasi bahwa di area ini pasti ada komunitas muslim.
Di Vietnam, tidak sah rasanya jika tidak menikmati Po (mie rebus khas vietnam) dan kopi vietnam. Sayangnya kami ragu kalo makan Po di resto maupun warung kebanyakan walau itu Po daging sapi. Untungnya di resto D’Nyonya menyediakan menu tersebut yang dijamin kehalalannya. Harganya diresto halal ini memang lebih tinggi dibanding resto lainnya. Tapi tetaplah lebih murah dibanding harga ketentraman hati.
Usai makan kami putuskan sekalian sholat di masjid. Eh.. tak disangka tak dinyana, selain disambut ramah oleh seorang ibu yang berjilbab dan tinggal disekitar mesjid juga kami ditunjukkan warung pak imam yang terletak persis di belakang mesjid. Harganya bahkan lebih murah dibanding resto di depan mesjid. Saat makan siang, ternyata banyak pekerja kantoran dan berdasi juga makan di warung pak imam ini. Pak imam itu juga ternyata keturunan India. Muslim yang berkewarganegaraan Vietnam. Alhamdulillah.
Mumpung ketemu warung, meski sudah makan kami tetap pesan untuk dibungkus buat bekal makan di bandara petang ini. Rencana petang atau malam ini kami akan meninggalkan vietnam dan kembali ke Jakarta, Indonesia tercinta.
Dari jadwal air asia berangkat jam 8 malam, ditunda sejam. Penerbangan yang ditempuh hampir 3 jam. Akhirnya tiba juga di Soekarno Hatta sekitar jam 12 malam. Hayooo mau kemana?. Mau ke Jakarta kota dgn taksi lantas ambil hotel ah sayang duitnya. Besok siang sudah berangkat lagi ke balikpapan. Judulnya saja budget traveller, kok mau buang duit naik taksi dan nginap di hotel hanya beberapa jam. Akhirnya diputuskan nginap di bandara saja sambil menunggu pagi. Tapi dimana dan apakah aman di bandara negara kita ini???
Tulisan berikutnya kita sambung ya...
No comments:
Post a Comment