Saturday, February 26, 2011

7 HARI, 3 NEGARA DAN BUDGET TRAVELLER


Cuti seminggu, maka perjalanan menembus 3 negara ASEAN pun dicoba. Rencana sudah disusun sejak 6 bln sebelumnya meski itu berubah dan berubah tergantung kondisi. Rencana bahkan nyaris berantakan ketika Mandala Air tiba-tiba bubar, padahal tiket sdh ditangan. Untungnya, Air asia buka rute baru Balikpapan langsung ke Kuala Lumpur. Alhamdulillah.
Maka mulailah berburu tiket murah. Dan inilah cerita perjalanan yang mencoba menyampaikan bahwa melihat negara tetangga itu tidak harus mahal.
Meninggalkan Bandara Sepinggan Balikpapan pukul 2.30 siang, (air asia delay 1 jam dari rencana semula) menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Katanya perjalanan akan ditempuh sekitar 3 jam. Mendarat di LCCT (Low Cost Carrier Terminal), terminalnya air asia pada sekitar jam 5.30 petang. Namanya LCCT, maka turun dari pesawat menuju imigresen tidak lewat garbarata, tapi lewat tangga dan berjalan kaki ke terminal. Lumayan sehat berjalan sekitar 200 meter dari pesawat ke tempat imigrasi dalam terminal.
Di imigresen tidak banyak yang ditanya, paling ditanya berapa hari di Malaysia. Bahkan barang bawaan pun tidak diperiksa. Prosesnya sebentar saja, tidak sampai 10 menit beres. Entah ini hari keberuntungan atau memang sudah begitu adanya. Bandara LCCT termasuk bandara yang ramai, meski begitu tetap bersih dan petugasnya pun ramah2. padahal sy sempat berprasangka dengan orang2 Malaysia, mengingat perselisihan dan panasnya perdebatan di dunia maya.
Menyempatkan membeli kartu GSM Tune Talk seharga 5 RM untuk ngobrol murah ke Indonesia, semenit ngobrol hanya dikenakan biaya 16 sen. Murah kan. Ya namanya juga mau hemat, daripada kena roaming internasional.
Di LCCT banyak sekali tempat makan, toilet (tandas) dan Mushollah (Surau) yang gampang ditemui. Karena perut lapar, maka kami mencoba makan di sebuah resto namanya Taste of Asia. Sy pesannya nasi lemak, misay pesan nasi ayam. Ternyata tidak jauh dari perhentian bus, sekitar 50 meter dari bandara ada food court atau dalam bahasa melayunya Medan Selera, yang harganya lebih miring dari resto yang ada di bandara LCCT ini. Usai makan dan sholat, maen internet sebentar (disini wifi ada dan bebas pakai tanpa perlu password), jam sudah menunjukkan pukul 8.30 malam waktu bandara.
Kami bergegas menuju perhentian bus dan menanti Skybus, bus yang merupakan grup air asia, untuk menuju KL sentral. Disini selain skybus, juga ada beberapa armada bus lain yang menuju KL sentral. Cuma memang soal kenyamanan, skybus masih lebih unggul. Kita bisa langsung beli tiket busnya di tempat perhentian ini atau bisa didalam bandara. Khusus skybus bisa juga dibeli online saat pembelian tiket pesawat. Harga tiketnya sekitar 9 RM dengan waktu tempuh sekitar 1 jam ke KL sentral.
KL ini merupakan pusat terminal kereta yang ada di Kuala Lumpur. Dan kami ke KL sentral hanya untuk melihat situasi sekaligus mencoba mencari hotel yang sudah kami booking lewat internet, yang infonya berada disekitar KL sentral. Rencananya malam ini juga kami balik lagi ke LCCT karena besok pagi-pagi mau masuk ke singapore dengan tiger airways. Ini pilihan aman bagi kami yang belum mengenal malaysia. Apalagi kami dapat tiket promo berdua hanya sekitar 350 ribu rupiah. Cukup murah, meski lebih mahal dibanding naik bus.
Tidurnya gimana?. Hotel terdekat adalah Tune Hotel, hotel milik Air Asia. Meski terbilang paling dekat dengan bandara, tapi kalau jalan kaki lumayan melelahkan juga. Jaraknya paling tidak 500 meter dari bandara. Yang paling aman adalah nginap di bandara.
Di LCCT banyak orang yang tidur karena menunggu pesawat pagi. Aman, dingin dan resto buka 24 jam. Cuma kadang berisik karena aktivitas cleaning servis. Kalo punya sleeping bag tidur bisa lebih nyaman lagi. Ini bisa menghemat biaya hotel beberapa ratus RM. Lumayan..

Monday, January 10, 2011

KAPURUNG BPN, KETIKA SAYUR DAN SAGU PERPADU


Kapurung, makanan khas palopo. Sebuah daerah di sulawesi selatan. Di Balikpapan, Kalimantan Timur, makanan ini termasuk makanan langka. Dan salah satu warung yang menyediakan menu itu adalah warung Aroma Luwu Palopo. Warung ini terletak di sebuah ruko di depan Kantor Pertanahan di gunung bakaran, balikpapan. Nama warungnya sih mirip-mirip nama perusahaan oto antara kota, tapi mungkin sang owner mau menegaskan bahwa warungnya adalah warung asli orang Palopo dan kapurung adalah makanan asli dari Palopo yang hendak dibudidayakan di masyarakat Balikpapan yang sangat heterogen.
Bahan sagunya saja didatangkan langsung dari Sulawesi, juga beberapa bumbu lainnya. Soal rasa, memang sesuai rasa aslinya. Namun harga tidak menguras dompet terlalu dalam. Seporsi kapurung dijual dengan 15 ribu rupiah.
Selain kapurung, warung ini juga menyediakan kue-kue berbahan dasar sagu. Makanan khas Sulawesi lainnya juga ada seperti pisang ijo dan palubutung. Yang unik juga, dalam daftar menu juga disediakan makanan khas "lawak bale", yaitu sashimi ala bugis/sulawesi. Ikan segar yang dimakan setelah dicampur dengan kelapa parut, jantung pisang dan mangga muda. hmmm.. Berani coba?

Friday, September 3, 2010

Resto Vegetarian itu biasa, Hotel vegetarian?? Nah..

Minggu ini ke Samarinda lagi. Rencana 3 hari simultan, tekadnya menuntaskan tesis sekaligus ujian sidang masternya Misay. Berdua saja perginya lantaran Ang ditahan Nma Npa-nya. Bismillah, perjalanan dimulai. Tidak buru-buru dan tidak niat ngebut.
Di samarinda, kami mencoba hotel baru. Bintangnya 3. Fresh from the oven lah. Baru soft opening. Pembangunannya area parkirnya aja masih finishing. Hotelnya sangat berseni. Lobbynya ada 2, outdoor dan indoor. Ada 2 patung gendut keemasan dan guci2 raksasa terpasang, mungkin patung dewa kemakmuran atau dewa kekayaan di lobby indoor, entahlah. Uniknya, meski hanya 7 lantai tapi setiap penomoran kamarnya dimulai dengan angka 8 misalnya kamar 712, nomor kamarnya tertulis 8712. Bau khas purnish furnitur masih terasa di hidung.
Yang eksotik, hotel ini ternyata surganya vegetarian. Hampir seluruh menunya (kecuali minuman) adalah menu vegetarian. Tidak ada yang asli kecuali telur meski tertulis ada seafood sampai daging-dagingan dalam segala rupa resep olahan,namun tetap saja dibelakangnya diembeli vegetarian. Saya menyebutnya sapi, ayam dan seafood sintetik. hehehe. Saya sempat nyoba bakso dan soto ayam vegetarian. Meski tekstur, fisik dan rasanya agak mirip tetap saja lidah dan kerongkongan saya masih belum bisa beradapasi. Namun karena menunya semuanya itu, kami terpaksa beli lauk buat sahur hotel di warung padang (yang ini sudah pasti asli dan sangat karib di tenggorokan) agar bisa tetap makan dan berpuasa. Karena di hotel meskipun dagingnya sintetik, nasinya pasti asli beras original.
Di luar itu, overall hotel ini bisa jadi surganya para vegetarian. Yang biasa ada kan hanya resto, tapi kalo hotel vegetarian kami baru mendapatkan yang ini saja. Hotel yang tidak biasa dan berani beda di tengah kota samarinda.

Update info, manajernya bilang, paska lebaran nanti menu sudah ada dua macam; vegetarian dan biasa non vegetarian. Bahasa awamnya, yang daging sintetik dan daging original sudah tersedia dan bisa dipilih.

Tuesday, August 10, 2010

SINGAPORE FIRST DAY, BERKELANA SATU LANJUT

Jam 7.36. Usai mandi dan bersiap sarapan. Hari ini rencana nyobain sarapan di Burger King. Beli paket hemat burger dengan teh panas berdua habis $5. Cukup mengenyangkan. Yang sempat saya herankan adalah pelayannya kok tua-tua ya. Kakek-nenek. Ndak tega liatnya. Di negeri kita, mereka harusnya sdh dirumah negemong cucu. Hehe. Justru managernya yang masih muda. Apa negeri ini sudah kehabisan tenaga kerja muda ya? Entahlah saya juga gak nanya soal itu. Yang penting makanan cepat tersaji biar perut cepat terisi dan siap untuk memulai perjalanan.
Sambil sarapan, rencana disusun. Hari ini mau ke Bugis village, Orchard, Science Center, Snow City, Marina Bay Sand, Esplanade dan Merlion.
Langkah pertama dan utama adalah memilih antara beli kartu Ez-link atau tourist pass. Karena dengan memiliki kartu ini akan sangat mempermudah perjalanan kamanapun di Singapura dengan naik MRT atau Bus. Tinggal temple dan brangkaaaattt. Maka kami mencari jawabannya di Visitor Center bandara. Dan jawabannya adalah… disitu tidak menyediakan keduanya dan disarankan untuk langsung ke stasion MRT bandara. Okelah kalo begitu.
Di Stasion MRT ternyata ada kantor tiket yang menyediakan Ez Link seharga $15 yang bisa diisi ulang dan berlaku 5 tahun.Sedangkan tourist pass berlaku harian senilai $18 per hari. Maka atas nama efisiensi dan efektivitas maka Ez Link jadi pilihan kami.
Urusan kartu selesai, kami pun naik MRT menuju Tanah Merah dan selanjutnya ganti kereta menuju Bugis. Rencananya sekalian mau nanya-nanya tempat nginap di wilayah Bugis. Katanya cukup murah. Seperti di Busway jakarta, kita tidak perlu mengeluarkan biaya bila ganti MRT selama tidak keluar stasion. Mau kemana aja cukup sekali bayar asal tidak keluar stasion. Keretanya cepat. Hanya hitungan menit sdh nyampe di stasiun Bugis. Kami keluar. Mata kami melihat papan petunjuk dan kami memutuskan untuk ke Raffles Hospital. Misinya sekalian mau studi banding tidak resmi. Dengan percaya diri kami masuk RS nanya-nanya dan foto-foto. Setelah dirasa cukup, jalan kaki lanjut mengitari area melihat bugis junction dan nanya tempat nginap. Ada sih memang yang murah $40 tapi kamar mandinya diujung gang dan dipake rame-rame. Saya susah membayangkannya bila lagi kebelet sementara kamar mandinya lagi dipake orang lain. Yang kamar mandi didalam juga ada $50 Cuma lagi ada penghuninya. Kamarnya sempit2 dan dibawahnya ada restoran. Diujung jalan yang lain malah lebih parah, satu kamar dihuni sampai 8 orang yang tdk perlu saling kenal. Terlihat kumuh dan jorok. Tapi ini lebih murah sekitar $20. Untuk yang hanya sekadar tidur dan bertualang ala backpacker mungkin tidak masalah. Tapi yang bawa keluarga sangat tidak cocok. Kami juga tidak cocok dengan suasana seperti ini.
Setelah merasa cukup mengenal wilayah Bugis, kami memutuskan untuk naik MRT lagi menuju wilayah Orchard sambil berjanji kami akan balik ke Bugis lagi besoknya untuk belanja. Ini supaya waktunya luang dan beban di tas tidak terlalu berat.
Di orchard, liat Lucky Plaza, Takashimaya dan Ion Orchard. Tidak lupa studi banding tidak resmi ke Mount Elizabeth Hospital. Makan siang di warung smashed chicken alias ayam penyet Ria di Lucky plaza. Hehehe.. jauh-jauh ke Singapura, makannya tetap saja ayam penyet. Rasanya tetap enak, tidak beda dengan di tanah air. Yang beda cuma harganya. Seporsi ayam penyet diharga $6,9. Kalo dirupiahkan bakal sakit dada. Jadi nikmati sajalah..
Di Takashimaya, Misay sampai berurai air mata tak tahan lagi masuk tokonya Luis Vitton dan mantas-mantasin tas dan dompet yang ada. Sy yang ikut juga serasa mau berurai air mata melihat harganya yang bukan harga dunia nyata. Hahaha…
Ternyata misay tau persis raut wajah cemas saya. Dan sebelum pikiran berubah, kami bergegas pergi. Tujuannya ke gedung duren Esplanade dan liat Merlion. Brangkaattt..
Kebetulan ternyata malam ini ada konser di Esplanade, gratis dengar suaranya. Kalo mau masuk sih bayar. Hehehe. Ternyata gedung duren dan merlion itu tetanggaan saja. Dipisahkan oleh air dan dihubungkan oleh jembatan 100-an meter.
Badan lelah, kaki gempor namun hati puas. Jam 22 lewat dikit, kami pulang. Sambil ngemut es Krim kaki lima 1 dale (enak lo ternyata..), kami menuju stasiun MRT city hall menuju tempat nginap gratis kami. Changi Inn. Tak lupa harapan dipanjatkan,semoga masih kebagian tempat. Amin.

Sunday, August 8, 2010

SLEEPING IN CHANGI, BERKELANA DIMULAI.


Bismillah. Perjalanan dgn niat bertualang hemat ini dimulai.Gimana ndak hemat, tiket promo jakarta-singapura dipesannya sejak 4 bulanan sebelumnya.Inipun sudah disesuaikan dengan niat cuti dan nabung-nabung sekian bulan lamanya. Dan inilah dia... Pukul 20.45 meninggalkan Jakarta (bandara Soeta) menuju bandara Changi Singapura dgn Mandala RI 801. Ini penerbangan terakhir dari Jakarta menuju Singapura. Pukul 23.20 waktu Singapura, Mandala mendarat di Changi. Bandara sudah mulai sepi, namun kehidupan 24 jam mengalir disini. Aktivitas pekerja di bandara masih ada karena penerbangan dari negara lain masih terus berdatangan. Kafe-kafe pun ada yang masih buka 24 jam.

Setelah selesai urusan imigrasi, waktunya menentukan langkah. Bagi kami yang masih samar-samar dengan negeri merlion ini, tengah malam sampai dinegeri orang menjadi tantangan sendiri. Dari pada nekad ke kota dgn taksi sambil mencari tempat nginap, kami lebih memilih menghabiskan malam ini di bandara. Pertimbangannya selain belum tahu mau nginap dimana, resiko terlunta-lunta, juga ongkos taksi midnight pasti lebih mahal dari taksi pagi sampai sore karena adanya biaya begadang. MRT (kereta subway) dan bus umum hanya beroperasi sampai jam 11 malam.


Sedangkan di bandara Changi, tidak ada ongkos transportasi, dingin, toilet dekat dan bersih, tempat makan dekat, internet gratis (password wifi tinggal minta di informasi) dan yg pasti biaya nginap free. Di Changi kita bisa tidur di rest area ataupun ruang aviation gallery. Banyak yang nginap disana. Bahkan petugas bandara sekalipun ada yang nginap di situ. Jadi tidak usah takut digusur. Aman. Sekadar diketahui, Bandara Changi ini dapat Golden Pillow award sebagai bandara ternyaman ditempati bobo. Ini serius loh, bukan guyonan. hehehe,,

Besok pagi bisa memulai petualangan dgn lebih segar. Tentu setelah sarapan di resto yang banyak berada di bandara.Uhhuiii..

Friday, April 9, 2010

SOP KONRO BCA; YANG PENTING RASANYA BUNG!!


Ini masih soal makanan khas makassar yang ada di Balikpapan. SOP KONRO. Makanan ini adalah sop yang menghidangkan tulang iga sapi sebagai isi sajian. Ah kira-kira seperti itulah. Dan menurut selera lidah, salah satu yang pantas direkomendasikan karena kemantapan rasanya adalah sop konro BCA di Pasar Baru. Sebenarnya nama warungnya tidak persis seperti itu namun karena letaknya di lorong samping BCA Pasar Baru, lebih gampang rasanya menyebut begitu.
Warung ini hanya menjual 2 macam makanan yaitu Sop Konro dan Sop Saudara. Jika Sop Konro itu masakan khas Makassar, maka Sop Saudara ini masakan khas Bugis (biasanya wilayah Pangkep). Meskipun beda suku namun tetap satu dalam KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan) hehehe..
Warungnya tidak begitu besar, lebar sekitar 2 meter dengan panjang sekitar 10 meter, menjadi satu bagian pembatas sisi lorong yang menghubungkan jalan Sudirman dan Hayam Wuruk sekaligus memisahkan Bank BTN dan BCA. Meski di sepanjang lorong ini semuanya diisi dengan warung makan namun cuma satu yang berjualan sop konro dan sop saudara. Jadi jangan takut kesasar.
Cuma perlu bergegas. Waktu buka terbatas, teman. Warung buka jam 8.30 pagi dan habis gak habis warung tutup jam 2 siang. Ada lagi info tambahan, kalo niatnya makan sop konro jangan datang terlalu pagi. Sop konro baru tersedia jam 10 pagi. Kurang dari itu, anda hanya akan ditawarkan sop saudara. Entah kenapa, mungkin memang adatnya seperti itu..
Soal harga masih terjangkaulah. Seporsi sop konro ataupun sop saudara dengan sebakul nasi (ini benar-benar sebakul kecil lho..) dan free air putih dihargai 16 ribu rupiah. Warung ini selalu ramai pengunjung. Jadi sebaiknya ada bergegas jika mau ikut menikmati lezatnya sop konro maupun sop saudara BCA. Jangan gengsi liat tempatnya, seperti yang tertulis besar-besar di dinding warung, YANG PENTING RASANYA BUNG!.

Wednesday, March 10, 2010

COTO KLANDASAN; CITA RASA MAKASSAR ALA BALIKPAPAN


Di Balikpapan tidak susah menemukan warung makan cita rasa makassar. Dari coto hingga mi keriting. Namun , tentu saja yang paling populer adalah coto makassar. Soal rasa, ini soal selera dan soal lidah. Namun kalau mau yang meriah, banyak pilihan maka saya rekomendasikan Coto Klandasan. Ini bukan nama warung makan, tapi nama tempat. Disebut demikan karena lokasinya di wilayah ujung pasar klandasan. Jejeran warung makan yang hampir semuanya menjual coto makassar. Wah.. kalo banyak bingung dong milih yang mana yang paling maknyuss???
Gak juga. Semuanya enak. Namun 2 warung yang paling populer adalah warung H.Judding dan H.Kasim. Letaknya bersebelahan saja. Mau yang langsung berhadapan dengan laut juga ada.
Asyiknya, sambil makan kita akan dihibur oleh musik live show, langsung dari musisi jalanan. Lagu pun bisa diminta kalo mau.
Yang unik dan beda dengan makassar. Makan coto disini bayarnya dihitung paket sekali makan. Sebanyak berapapun ketupat yang anda makan itu tidak jadi soal. Bayarnya tetap sama dengan yang tidak makan ketupat. Untuk satu paket makan yang berupa semangkok coto, segelas minuman dan sekeranjang ketupat, anda cukup membayar 14 ribu rupiah diluar biaya parkir dan live musik alias pengamen. Ini sih tanggung jawab sendiri-sendiri.
Jadi mau coba, jangan ragu. Bukanya dari pagi sampai jam 11 malam. Coba yuk..