Sunday, November 27, 2011

GOLDEN GATE KUTAI ITU RUNTUH...

 Minggu lalu masih menulis dan menyaksikan indahnya jembatan "golden gate" Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kaltim. Bahkan sempat berfoto di dekat jembatan yang di malam hari bermandikan cahaya lampu lantas pulang melintas di atasnya. Kini, jembatan vital yang melintasi sungai mahakam itu runtuh hari sabtu, 26 nop 2011 jam 16.30 sore. Korban jiwa dan luka cukup banyak karena jembatan runtuh saat traffik lagi padat-padatnya. Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Entah berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membangun kembali jembatan yang menghubungkan Samarinda dan Tenggarong itu. Jembatan yang umurnya 'masih' sekitar 11 tahun. Entah berapa dana yang akan keluar, entah siapa yang akan disalahkan. Semoga jembatan pengganti nanti lebih kokoh, bahannya tidak dikorupsi, dananya tidak dimark up. Semoga saja..

Monday, November 21, 2011

TENGGARONG KOTA RAJA, SEBENARNYA INDAH....

Dari Samarinda ada 2 jalan darat utama yang bisa dipilih menuju Tenggarong, Kota Raja. Kalau dari Balikpapan ataupun Samarinda Seberang lebih dekat kalau lewat Loa Janan Loa Kulu dengan menyelusuri tepi sungai Mahakam nan luas itu. Jalannya lumayan mulus, cuman berkelok dan agak sempit (diameter jalan sekitar 6 meter lah) plus lalu lintas yang agak rame dengan arus 2 arah. Di antara perjalanan akan sering ditemui pasar, jembatan, dan belalai perusahaan batubara yang ditopang tinggi yang ujungnya langsung ke pelabuhan ponton (kapal pengangkut batu bara) di pinggir sungai Mahakam. Setiap perusahaan punyai belalai seperti itu dan jumlah yang terlihat dan terlewati sekitar 7 buah (kalo ndak salah hitung).
Jalan ke dua lewat tembusan jalan  Suryanatha ditengah kota Samarinda. Bila anda kebetulan sudah ada di tengah kota Samarinda, atau dari Bontang dan sekitarnya, lebih baik dan lebih cepat lewat jalan ini. Jalan ke Tenggarong  berjalur 2 dengan sistem 1 arah, luas perjalur sekitar 6 meter dan mulus, Di ujung jalan kita akan melewati jembatan Tenggarong yang tenar, yang disebut juga "golden gate" itu, sebelum akhirnya masuk ke kota tenggarong.
Ada potensi wisata yang seharusnya membuat Tenggarong jadi kota wisata. Jembatan yang indah (apalagi kalau malam hari), pulau kumala (yang letaknya didekat jembatan dan ditengah sungai mahakam), sungai mahakam (yanglebih indah dibanding sungai mekong di vietnam) dengan perahu dan ponton yang melintas, keraton Kutai Kartanegara, museum Mulawarman, planetorium, masjid agung Sultan Sulaiman yang indah dan wisata kuliner yang hidup waktu malam di sepanjang sungai Mahakam.
Indah..ya memang indah. Cuma perlu kesadaran warga untuk menjaga kebersihan, tempat sampah yang layak dan jumlahnya cukup, dan lampu jalan yang menyala di jalan poros menuju tenggarong. Agar kota tenggarong makin cantik, menarik wisatawan dan tidak membuat jalan yang indah itu menjadi mistis dan menyeramkan bila dilewati malam hari. bravo..

Wednesday, July 20, 2011

BALIKPAPAN AT NIGHT SCENE

Dinginnya malam, hembusan angin laut dan suara deburan ombak menemani saat mencoba memainkan kamera dengan kecepatan lambat. Dan inilah hasilnya.

Thursday, June 9, 2011

SPENDING NIGHT AT SOEKARNO HATTA

Setelah beberapa kali sengaja nginap di bandara negara lain seperti Changi (Singapura) dan LCCT (Malaysia) dan ternyata aman dan cukup menyenangkan, maka kami punya percaya diri untuk menjajal bandara negara sendiri, Soekarno Hatta. Adu nyali dimulai...

Tiba tengah malam di Soetta, jam menunjukkan jam 23.45. Suasana bandara sepi-sepi menyeramkan. Keluar dari ruang kedatangan, kami sudah disambut oleh belasan sopir taksi. Entah yang terang maupun yang gelap. Yang ramah hingga yang mendesak.

Hindari Calo dan Preman!
Bandara Jakarta saya rasa lebih menyeramkan dibanding bandara Tan Son Nhat, Ho Chi Minh, Vietnam. Calo2 dan Preman yang beredar banyak di bandara. Bagaimana menghindarinya?? Jangan pedulikan alias jangan terima tawaran dari mulut manisnya, jangan bingung, jangan emosi. Tenang saja dan tolak dengan sopan. Mereka tidak akan mengganggu bila tidak ditanggapi.

Naiklah ke lantai 2, masuklah ke Transit Hotel (atau lantai tempat transit). Disana banyak yang nginap juga. Carilah tempat yang anda sukai. Toilet dan Ruang Sholat juga ada. Mesin minuman juga ada 24 jam jika anda haus. Kalau anda kelaparan, tunggulah besok saja. Ada sih yang buka 24 jam, Cuma adanya dilantai 1, lantai yang rawan. Sebaiknya tunggu besok pagi atau hari mulai terang.

Amankah?
Jangan kuatir. Di lantai 2 transit itu aman dan dingin. Cuman kadang2 berisik akibat lalu lalangnya orang yang menunggu pemberangkatan paling awal. Anda bebas mencari tempat untuk tidur. Cuman jangan berharap ada kasur empuk disana. Alas tidur diempuk-empukin sendiri. Alasnya terserah. Mau jaket sendiri, kantung tidur atau mau langsung beralas lantai yang dingin. Kalau mau lebih empuk beralaskan karpet, masuklah ke mushollah. Silakan ijin sama penjaga musholah, kalau nasib baik, akan diijikan. Untuk keamanan, cukup terjamin. Kalau mau extra aman, ambil trolley dan lintangkan di area tidur kita sebagai batas teritori.

Kalau mandi menjadi masalah prioritas, itu pun tidak masalah. Toilet ada 24 jam dan dibanyak tempat. Asal anda tidak mencari bathtub, karena hal itu hil yang mustahal.

Mau coba, ayo… Hemat dan jangan gengsi..

Tuesday, June 7, 2011

MESJID DAN MAKANAN HALAL DI SAIGON

Di Negara yang muslimnya minoritas akan sangat menggembirakan kalau ketemu mesjid dan sesama muslim. Inilah antusiasme yang diburu di kota Saigon alias Ho Chi Minh, kota terbesar di Negara komunis Vietnam dimana alcohol dan hidangan yang mengandung babi sangat mudah dijumpai. Bukan cuma di resto besar tapi juga di gerobak kaki lima. Harganya bahkan lebih murah dibanding seporsi hidangan ayam.

Dan kami melangkah. Setelah semalam melakukan survey dan makan di resto Halal@Saigon, resto punyanya Dr. Shimi, warga Malaysia keturunan India yang berbisnis di Vietnam. Siang ini setelah mengunjungi museum perang (War Remnant Museum) yang mengerikan menurut saya, gimana ndak, foto korban perang dan bekas peralatan perang dipajang disana, dan berfoto di depan gedung unik kantor pos terbesar di Saigon dan depan Ketedral kami naik taksi ke daerah Dong Du. Jalan di mana resto halal@saigon berada. Tarif argonya hanya sekitar 15000 Dong, Jauh dibawah tarif becak semalam. Kami semalam melihat resto D’Nyonya dan sebuah masjid disana. Ini indikasi bahwa di area ini pasti ada komunitas muslim.

Di Vietnam, tidak sah rasanya jika tidak menikmati Po (mie rebus khas vietnam) dan kopi vietnam. Sayangnya kami ragu kalo makan Po di resto maupun warung kebanyakan walau itu Po daging sapi. Untungnya di resto D’Nyonya menyediakan menu tersebut yang dijamin kehalalannya. Harganya diresto halal ini memang lebih tinggi dibanding resto lainnya. Tapi tetaplah lebih murah dibanding harga ketentraman hati.

Usai makan kami putuskan sekalian sholat di masjid. Eh.. tak disangka tak dinyana, selain disambut ramah oleh seorang ibu yang berjilbab dan tinggal disekitar mesjid juga kami ditunjukkan warung pak imam yang terletak persis di belakang mesjid. Harganya bahkan lebih murah dibanding resto di depan mesjid. Saat makan siang, ternyata banyak pekerja kantoran dan berdasi juga makan di warung pak imam ini. Pak imam itu juga ternyata keturunan India. Muslim yang berkewarganegaraan Vietnam. Alhamdulillah.
Mumpung ketemu warung, meski sudah makan kami tetap pesan untuk dibungkus buat bekal makan di bandara petang ini. Rencana petang atau malam ini kami akan meninggalkan vietnam dan kembali ke Jakarta, Indonesia tercinta.

Dari jadwal air asia berangkat jam 8 malam, ditunda sejam. Penerbangan yang ditempuh hampir 3 jam. Akhirnya tiba juga di Soekarno Hatta sekitar jam 12 malam. Hayooo mau kemana?. Mau ke Jakarta kota dgn taksi lantas ambil hotel ah sayang duitnya. Besok siang sudah berangkat lagi ke balikpapan. Judulnya saja budget traveller, kok mau buang duit naik taksi dan nginap di hotel hanya beberapa jam. Akhirnya diputuskan nginap di bandara saja sambil menunggu pagi. Tapi dimana dan apakah aman di bandara negara kita ini???

Tulisan berikutnya kita sambung ya...

Thursday, March 24, 2011

Day4; MENYUSURI SUNGAI MEKONG; DITIPU BECAK BEN TANH

1 April 2011. Pagi usai sarapan roti Vietnam dan minum kopi Vietnam yang terkenal sedunia itu (eh.. memang nikmat loh). Jam. 08.00 kami dijemput pihak tour untuk ikut tour 1 hari sungai Mekong sambil melihat pasar terapung katanya. Saya penasaran, lebih bagus mana dibanding pasar terapung sungai barito, Banjarmasin.

Dari HCMC ke Ca Bei, tempat dermaga perahu bersandar, ditempuh dengan 1.30 menit. Begitu nyampe, ekspekstasi saya ternyata terlalu tinggi dibanding kenyaataan yang terlihat. Saya tidak melihat adanya hal yang menarik. Sungai Mekong memang nampaknya menjadi salah satu jalur transportasi bagi sebagian penduduk dinegara komunis ini, namun nampaknya tidak dipelihara dengan baik. Penambang pasir banyak menghiasi tengah sungai. Eceng gondok pun banyak berada dijalur sungai yang keruh ini. Luasnya dan panjangnya tidak memukau saya karena saya pikir tidak lebih dari sungai Mahakam di Kaltim. Bahkan sungai Mahakam dan Barito lebih eksotis menurut saya. Keunggulannya adalah pada promosi pariwisata yang fantastis bombastis. Inilah yang membuat sungai Mekong sangat terkenal di dunia melebih sungai Mahakam dan Barito.

Tidak lama kami mendarat di sebuah kampong di pesisir sungai. Melihat peternakan lebah dan produk kerajinan. Istri saya nyeletuk, ini sih banyak di Indonesia. Bahkan lebih baik. Hehehe..

Ada peristiwa lucu disini. Saat peternak lebah memperlihat Royal jelly yang sudah dikemas dalam 6 pot kecil 50 ml. Seorang turis jepang, entah siapa namanya, yang semeja dengan kami tanpa ragu mengambil 1 pot dan menenggaknya langsung sampai habis. Sang peternak yang mengetahui hal tersebut langsung kaget dan misuh2 dalam bahasa vietnam. Setelah kami tanya ternyata dosis sebenarnya hanya boleh seujung sendok sekali sehari dan harga per potnya 200 ribu Dong atau 100 ribu rupiah. Woowww.. apalagi ternyata khasiatnya selain sebagai obat kuat juga untuk membuat awet muda bila dioleskan dikulit. Saya bilang sama teman jepang tersebut, selain akan kuat juga kamu akan menjadi seorang bayi karena overdosis royal jelly. Si Jepang tertawa ngakak sampai jatuh dari kursi. Hahahaha...

Perjalanan selanjutnya naik perahu lagi menuju resto kampung untuk makan siang. Disini bolehlah makan sepuasnya. Harga makanan apalagi seafood termasuk murah di Vietnam. Untuk seporsi udang galah isi 8 atau kepiting saos isi 4 hanya dihargai 70 ribu Dong atau 35 ribu rupiah. Cuma sebelumnya ngomong bahwa kita vegetarian, agar tidak ada babi yang dhidangkan. Hanya nasi, lumpia, sop dan seafood itu tadi. Acara selanjutnya bersepeda keliling kampung. Kali ini kami tidak ikut dan memilih tinggal di resto sambil leyeh-leyeh di tempat tidur gantung. Kenapa? Wong sepeda dirumah aja tidak pernah digowes, la ini di negeri orang malah mau naik sepeda. Ah.. malasnya.

That’s it. Usai sudah perjalanan tur sehari sungai Mekong. Dan waktunya pulang ke kota. Sekitar jam 7 malam kami sudah sampai di jantung kota. Kami putuskan tidak turun di hotel, tapi di Pasar Ben Than. Bukan untuk ngubek-ngubek pasar yang katanya pusatnya oleh2 dan kuliner itu. Tapi kami mau mencoba mencari resto halal di seputaran kota Ho Chi Minh ini.

Namun inilah bencananya, kami terbujuk oleh rayuan tukang becak (disebut cyclo) yang siap mengantar kami ke resto halal di saigon dengan bayaran 15000 Dong satu Cyclo. Kami menyewa 2 becak karena satu becak hanya bisa muat 1 orang, bahkan untuk orang selangsing saya.hehehe. Setelah sekitar 15 menit perjalanan, kita sampai di resto halal yang di maksud. Dan ..... tukang becak yang semula sangat ramah dan santun bagai orang yang lolos penataran P4 5 kali itu berubah jadi vampir yang sangar dan kasar. Bayaran 50 ribu Dong (yang saya sdh lebihkan dari kesepakatan semula itu) dicampakkan dan minta 300 ribu Dong atau 150 ribu Dong per becak!!!

Tapi saya orang bugis yang tidak biasa digertak, jadi saya berdebat juga dengan suara kencang pake bahasa bugis diselingi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Entah dia mengerti atau tidak. Saya tidak peduli, namanya juga lagi emosi. Hehehe. Mungkin karena sy ngototan dan kelihatan tidak lebih galak (padahal istri saya sudah ketakutan takut sy celaka), akhirnya sy bayar juga 150 ribu Dong untuk 2 becak sambil saya kasi kata pamungkas, Kam Er. Terima kasih. Heheheh.. sial betul.

NANTIKAN TULISAN BERIKUT YA, Mencari tempat makan halal di Saigon.

Saturday, March 19, 2011

Day3. VIETNAM; CAAM UHRN

28/2/11. 18.00 meninggalkan Malaysia dan LCCT dengan air asia. Beberapa saat sebelum berangkat sempat berkenalan dengan wanita Vietnam yang bersuamikan seorang Malaysia. Bahasa inggerisnya sedikit2 terasa nyangkut ditenggorokan, bahasa melayunya pun lebih sedikit lagi nangkring di ujung lidah. Sungguh sulit dimengerti. Ini menguatkan anggapan dan pendapat segala penulis yang saya baca di internet bahwa di vietnam bahasa verbal adalah kendala. Penduduk vietnam umumnya hanya paham dengan 3 bahasa; bahasa vietnam, bahasa tubuh dan bahasa kalkulator. Tapi bismillah, ayo kita jalani saja dulu. Pokoknya sampai dululah. Nanti terserah, kita serahkan pada kondisi sajalah.

Perjalanan udara ditempuh kurang lebih 1.50 menit. Beda waktu KL dgn Vietnam itu satu jam lebih lambat. Kalau di Vetnam samalah dengan WIB kira-kira. Disamping tempat duduk kami ada ABG kaya berkebangsaan Vietnam. Kok tau kaya, ya iyalah kira2. Habis waktu beli makan dan minum dipesawat dompetnya dibuka lebar2 sampai keliatan lembaran duitnya. Cuma sayangnya taunya cuman bahasa Vietnam. Akibatnya saat pengen makan, maksud hati maunya makan nasi ayam, eh yang dihidangkan malah nasi lemak. Ampuuun dah pakcik. Inilah pentingnya berbahasa Internasional.

Ada yang menarik waktu mau masuk wilayah Vietnam ini. Saat mau mendarat di Tan Son Nhat airport di Ho Chi minh, kami tidak diminta mengisi kartu kedatangan. Tapi langsung saja masuk via imigrasi. Petugasnya dingin, tapi cukup kaget ketiga saya mengucapkan Caam Uhrn usai urusan imigrasi beres. Kaam urhn (divokalkan Kam ern) kira-kira kalau diterjemahkan artinya Terima Kasih. Mungkin petugasnya terkesima ada juga turis kesasar bisa bilang terima kasih dalam bahasa vietnam. Hehehe.

Bandaran termasuk besar dan bersih, meski lebih kecil dari Soekarno Hatta Cengkareng. Petunjuk kota Ho Chi Minh dan tempat wisata ada disediakan lewat komputer layar sentuh. Ini melambangkan bahwa negara komunis ini juga peduli teknologi informatika. Cuma hati2 dikadalin taksi dan calo. Sebaiknya ambil taksi resmi dari kios taksi yang ada di bandara. Yang bisa dipercaya adalah taksi vinasun dan Maylink. Kendaraan taksi tidak melulu sedan, bisa juga kijang innova. Dari bandara sampai ke wilayah turis di Bui Vien st ataupun Pham Ngu lao, distrik 1 itu dipatok 7USD. Itu harga nett tanpa perlu biaya tambahan lagi.

TIPS. Disarankan sih, alamat yang hendak dituju DITULISKAN dgn jelas dan diberikan ke petugas kanter taksi. Jangan diucapkan karena kedengarannya bisa kacau balau dan jauh dari benar. Artinya peluang nyasarnya besar. Kalau belum punya Hotel atau tempat nginap lainnya, datang saja langsung ke dua alamat tadi, Di wilayah turis tersebut, aneka hotel bertebaran. Harganya bervariasi dan sangat terjangkau.

Cuma kalau makanan, bagi yang muslim harus jeli. Karena warung halal itu jumlahnya sangat terbatas. Di jalan Bui Vien saja, ketemu Cuma 1 café dengan label halal. Café kebab dengan masakan turki. Yang laennya tidak dijamin halal. Bahkan pizza hut di area situpun tidak halal.

Hati2lah dengan kendaraan terutama motor. Inilah Negara dengan sejuta motor merajai jalanan. Bahkan di HCMC inilah mobil dengan penggunaan klakson tersering didunia menurut saya. Mana setirnya dikiri lagi.

Malam ini kami mencoba roti Vietnam yang dijajakan K-5. Bentuknya mirip cakwe harganya 2000 Dong alias seribu rupiah.

Besok rencana menyusuri sungai Mekong. Ambil tour di hotel dengan membayar 17USD per orang. Maka mobil akan menjemput di hotel pagi harinya. Usai berkeliling jalanan, sosialisasi dan aklimatisasi, termasuk menemukan 1 kafe halal punya orang turki dekat hotel, 2 minimart 24 jam dan 1 pizza hut non halal, sisanya boleh dilihat, jangan dicoba bagi yang merasa muslim.

Badan yang lelah, betis yang pegal, baju yang sudah lengket dgn keringat maka kami pun pulang ke hotel dikawasan bui vien distrik 1, sebelahan dengan jalan Pham ngu lao. Dua jalan ini kawasan padat turis. Mandi air panas sepuasnya, nyalaain ac sedingin yang bisa ditahan, lantas menggeletak seenaknya diatas spring bed. Alhamdulillah.

Nantikan tulisan berikutnya… (mencari makanan halal dan masjid di HCMC)

Friday, March 18, 2011

Singapura one day; Mencari bus di Golden Mile Complex



Hari ke 2, 26/2/11. Masuk dan berkeliling singapura tidak sesemangat waktu pertama kedua kali ke Negara kota ini. Semuanya –menurut sy- masih seperti dulu, tidak banyak berubah seperti yg saya lihat awal 2010. Atau saya yang tidak peka dan tidak tau perkembangan.

Masuk ke singapura lewat Malaysia, berangkat dengan tiger airways, sebuah budget flight yang berbasis disingapura. Karenanya maka berangkat lewat LCCT, tibanya pun di budget terminal Changi. Meski namanya budget terminal, namun bandara itu tetap bersih dan nyaman dgn fasilitas standar yang ada seperti toilet. Yang membedakannya dengan terminal 1,2,3 changi adalah tidak ada garbarata yang menyambut kita saat keluar dari pesawat, luasnya, desain interiornya yang ala kadarnya dan tidak adanya fasilitas entertainment seperti terminal lainnya. Untuk menuju ke kota, ada disiapkan bus gratis ke terminal lain yang ada tempat singgah bus dan MRTnya. Dan kami memutuskan menuju ke terminal 2, selain karena sudah cukup familiar dengan apa yang ada didalamnya juga mau menitip bagasi di counter left baggage. Ya.. daripada encok kumat bawa tas berat berkeliling.

Sampai di terminal 2, kami menuju stasiun MRT. Ngecek sisa kartu Ezlink, Alhamdulillah masih ada 3,6$ Singapura. Namun ditop-up aja 10$, untuk jaga-jaga. Sy pikir 13,6$ sangat cukup untuk keliling singapura dengan public transport (MRT atau bus). Apalagi sasaran saya Cuma Chinatown untuk melihat sisa2 suasana imlek dan cap go meh, kampong glam alias kampong arab untuk melihat sekaligus sholat di masjid Sultan, Bugis untuk makan duren (hehehe..) dan Clark Quay untuk naik perahu dan melihat sebagian wajah kota dari sisi sungai singapura. Tujuan tambahan adalah ke golden mile complex untuk menjajaki kemungkinan naik bus ke genting langsung dari singapura.

TIPS. Jika punya niat keliling singapura dalam sehari, jangan bawa ransel atau tas yang berat. Titip saja di Changi bagian LEFT BAGGAGE, kalau di T2 adanya di lantai 1. Untuk 1 tas yang beratnya <10kg,>10 kg, bayarnya 4$S lebih sedikit atau sekitar 30 ribu rupiah. Sy pikir worth it dari pada pundak lecet plus repotnya jalan di tempat rame.

Jangan lupa isi botol air minum di tempat minum umum yang banyak tersebar di Changi. Hitung2 bagian penghematan, soalnya minuman di Singapura termasuk mahal, bisa setengah dari harga makanan. Sebagai gambaran, sebotol air mineral 600 ml itu dihargai paling kurang 1$S atau 7000 rupiah.

Bagi yang hobi naik MRT, stasiun terdekat ke golden mile adalah stasiun Nicoll. Bisa juga sih lewat stasiun Lavender, Cuma harus jalan lebih jauh dikit bila dibanding kita turun di Nicoll. Kalau lewat bus, sy belum tahu dan belum coba.

Di GMC ini segala macam bus dan travel menuju keberbagai arah ada, baik ke Thailand maupun ke Malaysia (Kuala Lumpur dan Genting). Bila mau jalan murah ke Malaysia, naik bus adalah pilihan yang masuk akal. Dengan waktu tempuh 6-7 jam kita sudah bisa sampai di Genting atau KL. Biayanya dari 30 $Sing hingga 50$Sing tergantung dari jenis bus dan tingkat kenyamanannya.

Selamat bertualang.

Saturday, February 26, 2011

7 HARI, 3 NEGARA DAN BUDGET TRAVELLER


Cuti seminggu, maka perjalanan menembus 3 negara ASEAN pun dicoba. Rencana sudah disusun sejak 6 bln sebelumnya meski itu berubah dan berubah tergantung kondisi. Rencana bahkan nyaris berantakan ketika Mandala Air tiba-tiba bubar, padahal tiket sdh ditangan. Untungnya, Air asia buka rute baru Balikpapan langsung ke Kuala Lumpur. Alhamdulillah.
Maka mulailah berburu tiket murah. Dan inilah cerita perjalanan yang mencoba menyampaikan bahwa melihat negara tetangga itu tidak harus mahal.
Meninggalkan Bandara Sepinggan Balikpapan pukul 2.30 siang, (air asia delay 1 jam dari rencana semula) menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Katanya perjalanan akan ditempuh sekitar 3 jam. Mendarat di LCCT (Low Cost Carrier Terminal), terminalnya air asia pada sekitar jam 5.30 petang. Namanya LCCT, maka turun dari pesawat menuju imigresen tidak lewat garbarata, tapi lewat tangga dan berjalan kaki ke terminal. Lumayan sehat berjalan sekitar 200 meter dari pesawat ke tempat imigrasi dalam terminal.
Di imigresen tidak banyak yang ditanya, paling ditanya berapa hari di Malaysia. Bahkan barang bawaan pun tidak diperiksa. Prosesnya sebentar saja, tidak sampai 10 menit beres. Entah ini hari keberuntungan atau memang sudah begitu adanya. Bandara LCCT termasuk bandara yang ramai, meski begitu tetap bersih dan petugasnya pun ramah2. padahal sy sempat berprasangka dengan orang2 Malaysia, mengingat perselisihan dan panasnya perdebatan di dunia maya.
Menyempatkan membeli kartu GSM Tune Talk seharga 5 RM untuk ngobrol murah ke Indonesia, semenit ngobrol hanya dikenakan biaya 16 sen. Murah kan. Ya namanya juga mau hemat, daripada kena roaming internasional.
Di LCCT banyak sekali tempat makan, toilet (tandas) dan Mushollah (Surau) yang gampang ditemui. Karena perut lapar, maka kami mencoba makan di sebuah resto namanya Taste of Asia. Sy pesannya nasi lemak, misay pesan nasi ayam. Ternyata tidak jauh dari perhentian bus, sekitar 50 meter dari bandara ada food court atau dalam bahasa melayunya Medan Selera, yang harganya lebih miring dari resto yang ada di bandara LCCT ini. Usai makan dan sholat, maen internet sebentar (disini wifi ada dan bebas pakai tanpa perlu password), jam sudah menunjukkan pukul 8.30 malam waktu bandara.
Kami bergegas menuju perhentian bus dan menanti Skybus, bus yang merupakan grup air asia, untuk menuju KL sentral. Disini selain skybus, juga ada beberapa armada bus lain yang menuju KL sentral. Cuma memang soal kenyamanan, skybus masih lebih unggul. Kita bisa langsung beli tiket busnya di tempat perhentian ini atau bisa didalam bandara. Khusus skybus bisa juga dibeli online saat pembelian tiket pesawat. Harga tiketnya sekitar 9 RM dengan waktu tempuh sekitar 1 jam ke KL sentral.
KL ini merupakan pusat terminal kereta yang ada di Kuala Lumpur. Dan kami ke KL sentral hanya untuk melihat situasi sekaligus mencoba mencari hotel yang sudah kami booking lewat internet, yang infonya berada disekitar KL sentral. Rencananya malam ini juga kami balik lagi ke LCCT karena besok pagi-pagi mau masuk ke singapore dengan tiger airways. Ini pilihan aman bagi kami yang belum mengenal malaysia. Apalagi kami dapat tiket promo berdua hanya sekitar 350 ribu rupiah. Cukup murah, meski lebih mahal dibanding naik bus.
Tidurnya gimana?. Hotel terdekat adalah Tune Hotel, hotel milik Air Asia. Meski terbilang paling dekat dengan bandara, tapi kalau jalan kaki lumayan melelahkan juga. Jaraknya paling tidak 500 meter dari bandara. Yang paling aman adalah nginap di bandara.
Di LCCT banyak orang yang tidur karena menunggu pesawat pagi. Aman, dingin dan resto buka 24 jam. Cuma kadang berisik karena aktivitas cleaning servis. Kalo punya sleeping bag tidur bisa lebih nyaman lagi. Ini bisa menghemat biaya hotel beberapa ratus RM. Lumayan..

Monday, January 10, 2011

KAPURUNG BPN, KETIKA SAYUR DAN SAGU PERPADU


Kapurung, makanan khas palopo. Sebuah daerah di sulawesi selatan. Di Balikpapan, Kalimantan Timur, makanan ini termasuk makanan langka. Dan salah satu warung yang menyediakan menu itu adalah warung Aroma Luwu Palopo. Warung ini terletak di sebuah ruko di depan Kantor Pertanahan di gunung bakaran, balikpapan. Nama warungnya sih mirip-mirip nama perusahaan oto antara kota, tapi mungkin sang owner mau menegaskan bahwa warungnya adalah warung asli orang Palopo dan kapurung adalah makanan asli dari Palopo yang hendak dibudidayakan di masyarakat Balikpapan yang sangat heterogen.
Bahan sagunya saja didatangkan langsung dari Sulawesi, juga beberapa bumbu lainnya. Soal rasa, memang sesuai rasa aslinya. Namun harga tidak menguras dompet terlalu dalam. Seporsi kapurung dijual dengan 15 ribu rupiah.
Selain kapurung, warung ini juga menyediakan kue-kue berbahan dasar sagu. Makanan khas Sulawesi lainnya juga ada seperti pisang ijo dan palubutung. Yang unik juga, dalam daftar menu juga disediakan makanan khas "lawak bale", yaitu sashimi ala bugis/sulawesi. Ikan segar yang dimakan setelah dicampur dengan kelapa parut, jantung pisang dan mangga muda. hmmm.. Berani coba?